Semigggu Imelda Menangis di Makam Ayah, Ternyata Berisikan Jasad Orang Lain
Hasil tes DNA membongkar pemalsuan jenazah. Makam Rudi Watak ternyata berisikan orang lain. Siapa yang terlibat?
TRIBUNBATAM.id - Sudah seminggu Imelda (51) menangis di atas makam yang diyakini sebagai makam ayahnya. Namun naluri sebagai anak akhirnya menuntun untuk membongkar bahwa itu bukan makam ayahnya.
Imelda menjadi korban dugaan penipuan pemalsuan jenazah.
Makam yang bertuliskan nama ayahnya yakni Rudi Watak di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, ternyata berisikan jasad orang lain.
"Saya sempat nangis-nangis di kubur itu. Ada kali seminggu saya nangis-nangis. Padahal ternyata itu bukan Papa saya, setelah mengadakan tes DNA tidak cocok dengan kerangka tulang itu," ujar Imelda saat ditemui di Polres Metro Jakarta Barat, Minggu (25/1/2026).
Fakta ini terungkap setelah Imelda melakukan ekshumasi (pembongkaran makam) dan tes DNA karena mencurigai kejanggalan dokumen kematian yang diterbitkan oleh sebuah Panti Sosial di Cipayung, Jakarta Timur.
Imelda menceritakan, awalnya ia mendapatkan informasi bahwa ayahnya telah meninggal dunia dan dimakamkan di TPU Tegal Alur pada 29 Mei 2022.
Informasi tersebut didukung oleh tujuh dokumen resmi yang dikeluarkan oleh Panti Sosial milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di Cipayung.
"Pada saat saya mendapat info bahwa sudah dimakamkan di TPU Tegal Alur, saya konfirmasi ke TPU Tegal Alur. Dan di sana ada tujuh dokumen yang mereka terima pada saat pengiriman jenazah," kata Imelda, melansir dari Kompas.com.
Dokumen-dokumen tersebut meyakinkan pihak TPU untuk memakamkan jenazah tersebut atas nama Rudi Watak.
"Katanya mereka menyurat ke Dinas, meminta pemakaman itu ke Dinas Kehutanan dan Taman Kota. Diarahin ke sana (Tegal Alur). Karena kan Panti itu milik Pemprov. Kata TPU benar, kalau warga DKI wajib di situ. Karena tempat lain penuh, di situ masih tersedia," ucap dia.
Tes DNA
Namun, naluri Imelda merasakan adanya kejanggalan hingga akhirnya ia memutuskan menempuh jalur ekshumasi untuk membuktikan jasad di makam tersebut.
Pada tanggal 9 Oktober 2025, pembongkaran makam dilakukan dengan melibatkan tim dokter forensik Rumah Sakit Kramat Jati, Polri.
Sampel kerangka tulang diambil untuk dicocokkan dengan DNA Imelda dan adik kandung ayahnya.
Hasil uji laboratorium dari Dokkes Pusdokkes Cipinang pun keluar dan mengejutkan Imelda karena DNA dinyatakan tidak sesuai.
"Ternyata hasil dari tes DNA dan identifikasi kerangka tulang itu menunjukkan bahwa DNA saya tidak identik dengan kerangka tulang tersebut," ungkap Imelda.
"Waktu itu ada pembanding adik kandung dari Papa saya. Jadi saya dan adik kandung Papa saya itu tidak identik DNA kami dengan DNA si kerangka tulang ini," tambahnya.
Atas temuan tersebut, Imelda menduga ada praktik rekayasa administrasi yang dilakukan oleh pihak Panti Sosial.
Ia mempertanyakan bagaimana jenazah orang tak dikenal dicatat dan dimakamkan menggunakan identitas lengkap ayahnya.
"Jadi di sini ada rekayasa. Ada rekayasa karena semua dokumen mengarah kepada Papa saya. Semua dokumen itu mengatasnamakan Papa saya," ujar Imelda.
Imelda pun menyoroti fakta bahwa dokumen-dokumen tersebut ditandatangani oleh aparatur sipil negara (ASN) yang berwenang di panti sosial.
"Ini dokumen yang dikeluarkan oleh Panti Sosial yang ada di Cipayung yang menandatangani semua dokumen ini adalah empat orang ASN," jelasnya.
Imelda pun mengaku telah melaporkan hal ini ke Inspektorat Pemprov DKI Jakarta dan Ombudsman.
"Ini semua mereka semua ini ASN. ASN itu adalah aparat. Kalau kita sebagai rakyat mendapat kasus seperti ini, pemalsuan surat, dan sebenarnya itu juga bukan atas nama Papa saya, itu bagaimana kita?" keluhnya.
Akibat ketidakcocokan DNA ini, status jenazah yang sebelumnya tertulis atas nama Rudi Watak kini berubah menjadi sosok tak dikenal atau Mr. X.
"Tadinya kerangka tulang ini dia bernama Rudi Watak. Tapi setelah proses ekshumasi dan tes DNA, dia berubah nama menjadi Mr. X," ucap Imelda.
Selain mencari keadilan untuk ayahnya yang asli, Imelda juga merasa prihatin dengan nasib jenazah Mr. X tersebut yang identitasnya dihilangkan dan diganti dengan nama ayahnya.
"Saya mengerti apa yang sekarang ini mungkin anak istrinya (Mr. X) juga sedang mencari dia. Tapi kehilangan jejak, karena namanya dari awal itu sudah dikasih nama Rudi Watak," ujarnya.
Ia yang pernah merasa frustasi kehilangan ayahnya pun tak ingin ada keluarga lain yang bernasib sama seperti dirinya.
"Makanya saya juga berharap supaya dengan menindaklanjuti laporan saya, bisa juga dicari tahu siapa ini warga negara Indonesia ini yang menjadi peran pengganti, jadi Mr. X, jadi Rudi Watak yang palsu," ucap dia.
"Saya secara kemanusiaan juga, saya terbebani, kasihan ini kerangka tulang ini juga enggak ada identitasnya," sambungnya.(*)
Pem
| Hubungan Bandan Ditolak, Pria di Mojokerto Naik Pitam, Anaiaya Istri dan Bunuh Mertua |
|
|---|
| Guru Olahraga di SMP di Wonogiri Ditangkap Polisi Usai Lecehkan Delapan Siswi |
|
|---|
| Sosok Ahmad Hidayat Pegawai Toko Roti Tewas Dibunuh di Pinggir Jalan, Tulang Punggung dan Ibu Stroke |
|
|---|
| Pemicu Kebakaran Maut di Grogol Jakarta Barat, 5 Orang Tewas Terbakar |
|
|---|
| Kronologi Kecelakaan Maut Pemotor Terlindas Bus PO Berlian Jaya di Flyover Pesing |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2501_Makam.jpg)