Senin, 27 April 2026

Semigggu Imelda Menangis di Makam Ayah, Ternyata Berisikan Jasad Orang Lain

Hasil tes DNA membongkar pemalsuan jenazah. Makam Rudi Watak ternyata berisikan orang lain. Siapa yang terlibat?

kompas.com/Ridho Danu Prasetyo
Imelda (51) korban pemalsuan jenazah ayahnya di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat 

TRIBUNBATAM.id - Sudah seminggu Imelda (51) menangis di atas makam yang diyakini sebagai makam ayahnya. Namun naluri sebagai anak akhirnya menuntun untuk membongkar bahwa itu bukan makam ayahnya.

Imelda menjadi korban dugaan penipuan pemalsuan jenazah

Makam yang bertuliskan nama ayahnya yakni Rudi Watak di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, ternyata berisikan jasad orang lain.

"Saya sempat nangis-nangis di kubur itu. Ada kali seminggu saya nangis-nangis. Padahal ternyata itu bukan Papa saya, setelah mengadakan tes DNA tidak cocok dengan kerangka tulang itu," ujar Imelda saat ditemui di Polres Metro Jakarta Barat, Minggu (25/1/2026).

Fakta ini terungkap setelah Imelda melakukan ekshumasi (pembongkaran makam) dan tes DNA karena mencurigai kejanggalan dokumen kematian yang diterbitkan oleh sebuah Panti Sosial di Cipayung, Jakarta Timur.

Imelda menceritakan, awalnya ia mendapatkan informasi bahwa ayahnya telah meninggal dunia dan dimakamkan di TPU Tegal Alur pada 29 Mei 2022.

Informasi tersebut didukung oleh tujuh dokumen resmi yang dikeluarkan oleh Panti Sosial milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di Cipayung.

"Pada saat saya mendapat info bahwa sudah dimakamkan di TPU Tegal Alur, saya konfirmasi ke TPU Tegal Alur. Dan di sana ada tujuh dokumen yang mereka terima pada saat pengiriman jenazah," kata Imelda, melansir dari Kompas.com.

Dokumen-dokumen tersebut meyakinkan pihak TPU untuk memakamkan jenazah tersebut atas nama Rudi Watak.

"Katanya mereka menyurat ke Dinas, meminta pemakaman itu ke Dinas Kehutanan dan Taman Kota. Diarahin ke sana (Tegal Alur). Karena kan Panti itu milik Pemprov. Kata TPU benar, kalau warga DKI wajib di situ. Karena tempat lain penuh, di situ masih tersedia," ucap dia.

Tes DNA

Namun, naluri Imelda merasakan adanya kejanggalan hingga akhirnya ia memutuskan menempuh jalur ekshumasi untuk membuktikan jasad di makam tersebut.

Pada tanggal 9 Oktober 2025, pembongkaran makam dilakukan dengan melibatkan tim dokter forensik Rumah Sakit Kramat Jati, Polri.

Sampel kerangka tulang diambil untuk dicocokkan dengan DNA Imelda dan adik kandung ayahnya.

Hasil uji laboratorium dari Dokkes Pusdokkes Cipinang pun keluar dan mengejutkan Imelda karena DNA dinyatakan tidak sesuai.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved