Perang Amerika vs Iran, Pertamina Jamin Stok BBM Tak Akan Habis dalam 21 Hari
PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa pasokan BBM aman. Lantas bagaimana dengan stok BBM tersisa 21 hari?
TRIBUNBATAM.id -PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa pasokan BBM aman. Lantas bagaimana dengan stok BBM tersisa 21 hari?
Keberadaan BBM menjadi sorotan sebagai imbas perang Amerika-Israel melawan Iran.
Iran menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur pasokan minyak di dunia.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron menjelaskan, sesuai dengan aturan pemerintah, Pertamina telah mengamankan cadangan energi nasional di atas level minimum, yakni berkisar 21-23 hari.
Bahkan, pada produk tertentu cadangannya hingga 35 hari.
Namun setelah 21-23 hari, bukan berarti cadangan BBM habis total, sebab Pertamina mempertahankan cadangan di level aman dengan terus melakukan penambahan pasokan. "
Acuan cadangan pemerintah menjadi ambang batas pengamanan yang harus selalu dipertahankan. Selama distribusi dan suplai berjalan normal, stok terus mengalami pergerakan, sehingga Pertamina terus menjaga cadangan di atas level minimum," ujar Baron dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/3/2026).
"Ini menjadi langkah mitigasi risiko dan bentuk komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi," imbuh dia.
Menurutnya, monitoring pasokan dilakukan secara ketat melalui Pertamina Digital Hub, sistem pengawasan dan pengendalian pasokan energi Pertamina yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Pertamina Digital Hub juga menjadi salah satu strategi perseroan untuk menjaga level cadangan energi, supaya secara konsisten tersedia setiap waktu. Pada sektor hulu, operasional dipastikan berjalan sesuai standar, sehingga target operasional dari masing-masing entitas dapat terjaga.
Sementara pada sektor hilir, Pertamina mampu memonitor pergerakan kapal yang membawa produk ataupun minyak mentah, atau proyeksi ketibaan pengadaan produk atau minyak mentah tersebut, untuk kemudian diolah di enam kilang milik perusahaan.
"Optimalisasi operasional kilang dalam negeri terus dilakukan guna mendukung ketahanan energi nasional," ucapnya.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun memastikan pasokan operasional yang dimaksud tersebut merupakan pasokan BBM yang disimpan dan sudah memenuhi kapasitas penimbunan BBM secara nasional yang akan disalurkan kepada masyarakat.
Meski demikian, jumlah pasokan tersebut bersifat dinamis dan terus diperbarui atau dipenuhi kembali sesuai dengan kebutuhan konsumsi energi masyarakat.
"Stok sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok BBM yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional," kata Roberth dalam keterangan resminya, Jumat (6/3/2026).
Sementara itu, stok tersebut dipastikan oleh Roberth akan terus dilakukan pembaruan baik melalui suplay di kilang, atau melalui impor yang dipesan sejak jauh hari.
Atas hal itu, dia meminta kepada publik untuk tidak perlu khawatir soal ketersediaan BBM nasional.
"Stok ini terus dilakukan top-up / re-fill atau penambahan produk melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya, secara rutin berkala juga dilakukan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM," ujar dia.
Ia menambahkan, Pertamina Patra Niaga memiliki sistem pengelolaan rantai pasok energi yang terintegrasi, mulai dari pengadaan minyak mentah dan produk BBM, pengolahan di kilang, transportasi, hingga distribusi ke berbagai wilayah Indonesia.
Sistem ini memastikan ketersediaan energi tetap terjaga dan dapat diakses masyarakat secara merata.
Menanggapi dinamika geopolitik global, termasuk perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah, Pertamina Patra Niaga juga telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional.
Kata dia, setidaknya ada beberapa poin yang dilakukan Pertamina sebagai opsi menjaga pasokan BBM tetap aman untuk masyarakat, terutama diversifikasi pasokan impor.
"Pertamina Patra Niaga terus memantau perkembangan situasi global dan telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, antara lain melalui diversifikasi sumber pasokan minyak mentah dan produk BBM, penguatan ketahanan logistik dan distribusi, optimalisasi operasi kilang dalam negeri, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan," tandas Roberth.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Panic Buying Muncul di Tengah Konflik Geopolitik, Pertamina Patra Niaga: Pasokan BBM Aman
| Terbongkar Rencana AS Supaya Iran Menyerah, Mulai Tekanan Ekonomi hingga Manipulasi Media |
|
|---|
| Kapal Iran Angkut Minyah Mentah Rp 3,8 Triliun Lolos Blokade Amerika, Berlayar Menuju Kepri |
|
|---|
| Trump Umumkan Gencatan Senjata Secara Sepihak, Iran Tetap Skeptis dan Berikan Syarat |
|
|---|
| BBM Subsidi Jadi Andalan Masyarakat di Natuna, Stok Masih Aman dan Tak Ada Antrean Panjang |
|
|---|
| Militer Amerika Sergap Kapal Tanker Iran, Perundingan Damai Terancam Batal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Pertamina-mendistribusikan-penjualan-BBM-Subsidi-dan-Non-Subsidi-melalui-SPBU.jpg)