Sabtu, 2 Mei 2026

DANA BAGI HASIL

Dana Bagi Hasil Cukai Rokok Jateng Turun Drastis, Kudus Tetap Jadi yang Terbesar

Dana bagi hasil cukai tembakau Jawa Tengah 2026 turun drastis Rp 700 miliar menjadi Rp 764 miliar. Pemerintah menyebut penurunan ini hanya sementara

Tayang: | Diperbarui:
tribunjateng
DBH CUKAI TEMBAKAU JATENG - Pemerintah mengucurkan dana bagi hasil cukai tembakau 2026 Jawa Tengah sebesar Rp 764 miliar. Angka ini turun Rp 700 miliar dibandingkan tahun lalu. 

TRIBUNBATAM.id - Dana bagi hasil cukai tembakau 2026 Jawa Tengah mengalami penurunan tajam.

Pemerintah hanya mengucurkan Rp 764 miliar. Angka ini turun Rp 700 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,4 triliun.

Penurunan tersebut menuai sorotan. Pasalnya dana bagi hasil cukai selama ini digunakan untuk menopang pembangunan daerah.

Dana Rp 764 miliar merupakan total alokasi untuk pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota di Jawa Tengah.

Secara nasional, pemerintah menetapkan dana bagi hasil cukai hasil tembakau tahun anggaran 2026 sebesar Rp 3,28 triliun.

Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 12 Tahun 2026.

Meski turun signifikan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan angin segar yakni penurunan hanya bersifat sementara. 

Menurutnya, penurunan terjadi karena pola musiman penerimaan cukai yang biasanya melemah di awal tahun.

“Kan biasa begitu. Nanti juga naik lagi, biasanya gitu. Dua bulan pertama begitu, habis itu naik lagi,” ujarnya.

Awal Tahun Melemah, Maret Mulai Bangkit

Purbaya menjelaskan, setoran cukai hasil tembakau (CHT) pada Januari dan Februari 2026 memang mengalami penurunan.

Namun, memasuki Maret 2026, penerimaan mulai menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sekitar 7 persen.

Kondisi ini dinilai menjadi sinyal awal pemulihan yang diharapkan berlanjut hingga pertengahan tahun.

Dampak ke Daerah Jadi Sorotan

Turunnya dana bagi hasil cukai tembakau bukan hanya sekedar angka di atas kertas.

Dana tersebut digunakan untuk pembangunan daerah.

Jika penurunan berlangsung lama, bukan tidak mungkin sejumlah program daerah ikut terdampak.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved