Rabu, 15 April 2026

PERANG AMERIKA VS IRAN

Irak Dukung Iran dalam Perang Melawan AS-Israel, Mojtaba Khamenei Beri Apresiasi

Ulama Muslim Syiah terkemuka Irak, Ayatollah Sayyed Ali al-Sistani, mengutuk perang AS-Israel melawan Iran.

Editor: Khistian Tauqid
TribunBatam Via iBox Indonesia
ILUSTRASI RUDAL IRAN - Iran mengemumkan menggunakan rudal Kheybar Shekan berbahan bakar padat untuk menyerang AS-Israel, Jumat (13/3/2026). Para ulama terkemuka Irak dan rakyat negara memberikan dukungan terhadap Iran dalam menghadapi perang agresi AS-Israel. 

TRIBUNBATAM.id - Perang Amerika Serikat (AS)-Israel menghadapi Iran semakin meluas sejak pecah pada 28 Februari 2026 lalu.

Iran yang pertama kali diserang, tentu melancarkan aksi balasan dengan menargetkan wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Para ulama terkemuka Irak dan rakyat negara memberikan dukungan terhadap Iran dalam menghadapi perang agresi AS-Israel. 

Dikutip dari PressTV, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengapresiasi dukungan Irak tersebut.

Mojtaba bahkan mengirimkan pesan Kepala Dewan Tertinggi Islam Irak, Shaikh Humam Hamoudi.

Dikutip dari PressTV, dalam pesan itu disampaikan Duta Besar Iran untuk Baghdad, Mohammad Kazem Ale Sadeq pada Minggu (29/3/2026). 

Ulama Muslim Syiah terkemuka Irak, Ayatollah Sayyed Ali al-Sistani, mengutuk perang AS-Israel melawan Iran.

“Kami menggunakan kata-kata paling keras untuk mengutuk perang yang menindas ini dan menyerukan kepada seluruh Muslim serta pencinta kebebasan di dunia untuk mengutuknya dan menunjukkan solidaritas kepada bangsa-bangsa tertindas di Iran dan Lebanon,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Ayatollah Sistani, lantas berharap negara-negara Muslim berupaya maksimal menghentikan agresi tersebut.

Bukan cuma negara Muslim, Ayatollah Sistani ingin negara berpengaruh global lainnya untuk membantu menyudahi perang.

Pasalnya, banyak nyawa tak berasalah yang menjadi korban dalam perang AS-Israel melawan Iran.

Meski demikian, belum diketahui secara detail pesan Mojtaba terhadap Irak tersebut.

Mengingat, Mojtaba Khamenei belum terlihat atau terdengar di hadapan publik.

Tepatnya sejak tiga minggu pengangkatannya sebagai pemimpin tertinggi.

Ia dilaporkan terluka dalam serangan udara AS-Israel pada 28 Februari 2026 yang menewaskan ayahnya, almarhum Ayatollah Ali Khamenei, serta istri dan putranya pada hari pertama perang.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved