BERITA KRIMINAL
Dugaan Pelecehan oleh Senior HMI, Korban Terus Bertambah, Pihak Kampus Angkat Bicara
Pelaku diketahui merupakan alumni sekaligus senior dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Kota Semarang.
TRIBUNBATAM.id, SEMARANG – Kasus dugaan kekerasan seksual di lingkungan Universitas Islam Sultan Agung (Unisula) Semarang kian berkembang dan menyita perhatian publik.
Setelah satu korban melapor, kini muncul empat korban lain yang diduga mengalami tindakan serupa oleh pelaku berinisial LT. Kondisi ini mengindikasikan kasus tersebut berpotensi lebih luas dari yang sebelumnya terungkap.
Pelaku diketahui merupakan alumni sekaligus senior dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Kota Semarang.
Pendamping korban, Tegar Wijaya Muhkti, mengungkapkan para korban mulai berani berbicara setelah kasus ini mencuat ke publik.
“Ada empat orang yang menghubungi kami dan mengaku menjadi korban dengan pelaku yang sama,” ujar Tegar, Selasa (31/3/2026).
Ia yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) HMI Korkom Unisula menyebut, pihaknya kini membuka layanan aduan untuk memberikan ruang aman bagi korban lain yang ingin melapor.
Selain itu, korban juga difasilitasi pendampingan psikologis serta bantuan hukum secara gratis guna mendukung proses pemulihan.
“Kami siapkan layanan psikologi gratis dan bantuan hukum bagi korban yang ingin melapor,” jelasnya.
Kronologi Dugaan Pelecehan
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, salah satu korban awalnya diajak bertemu oleh pelaku dengan alasan diskusi santai di kawasan Gajah Mada, Semarang.
Situasi berubah ketika korban diminta datang ke tempat kos pelaku dengan dalih keamanan kendaraan. Namun setibanya di lokasi, korban diduga mengalami tindakan pemaksaan.
Pelaku disebut memaksa korban masuk ke kamar, menarik tangan korban, hingga melakukan tindakan tidak senonoh. Peristiwa tersebut terjadi pada Februari 2026.
Korban tidak langsung melapor karena mengalami tekanan psikologis yang cukup berat.
“Korban mengalami trauma, bahkan sering menangis ketika mengingat kejadian itu,” ungkap Tegar.
Pendamping korban juga mengungkapkan bahwa para korban berasal dari latar belakang berbeda, mulai dari mahasiswa semester akhir hingga masyarakat umum di luar organisasi.
Hal ini memperkuat dugaan bahwa pelaku memanfaatkan relasi sosial serta kedekatan dalam lingkungan kampus.
Masuk Tahap Penyelidikan
| Ribuan Pecahan Rp100 Ribu Berserakan di Kamar Hotel, Ternyata Pabrik Uang Palsu |
|
|---|
| Warga Karimun Jadi Korban Penikaman di Medan, Padahal Datang ke Sana Lihat Kakaknya Sakit |
|
|---|
| Wanita Ini Mengamuk Hingga Bakar Suami Hidup-hidup, Bosan Selalu Ditutuh Selingkuh |
|
|---|
| 3 Turis di Bali Dirudapaksa Dalam Waktu Seminggu, Terjadi di Lorong Hotel, Semak-semak Hingga Toilet |
|
|---|
| Peneliti Asal China Jadi Korban Pencabulan Sekuriti, Pelaku Tak Tahan Lihat Kecantikan Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/22-6-2020-ilustrasi-pelecehan.jpg)