PELAJAR DI BANTUL TEWAS
Balas Dendam Jadi Pemicu Ilham Tewas di Bantul, 7 Tersangka Hajar Pakai Peralon dan Gesper
Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto, menyebut pelaku utama berinisial JMA alias J yang ingin balas dendam kepada korban.
TRIBUNBATAM.id - Akhirnya terungkap motif pengeroyokan yang menewaskan seorang pelajar SMA bernama Ilham Dwi Saputra (16) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ilham tewas dikeroyok oleh tujuh orang pelaku yang kini sudah diamankan pihak kepolisian.
Kasus pembunuhan itu terungkap ssetelah Ilham ditemukan tak berdaya di Lapangan Gadung Mlaten, Banyu Urip, Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Pandak, pada Selasa (14/4/2026).
Sebenarnya Ilham sempat lima hari dirawat di Rumah Sakit Saras Adyatma Bantul, namun sayang nyawanya tidak dapat tertolong.
Berdasarkan pemeriksaan awal, motif tujuh tersangka menganiaya korban karena dendam.
Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto, menyebut pelaku utama berinisial JMA alias J yang ingin balas dendam kepada korban.
Oleh karena itu, J menyuruh dua tersangka lain untuk menjemput korban.
"JMA merupakan inisiator atau aktor intelektual yang memerintahkan tersangka YP dan BLP untuk menjemput korban dan akhirnya terjadi pengeroyokan di Lapangan Gadung Mlati," paparnya, Selasa (28/4/2026), dikutip dari TribunJogja.com.
AKBP Bayu juga menjelaskan bahwa korban dan pelaku sempat berselisih di empat lokasi berbeda.
"Sehingga kasus ini berkembang dan ada empat TKP di Bantul yakni di Manding, Trirenggo, Gepensi, dan Palbapang," lanjutnya.
Seluruh pelaku berusia dewasa, namun satu di antaranya masih berstatus seorang pelajar.
"Tersangka seluruhnya dewasa, dan di empat TKP mereka ngebon (minta bantuan). Ngebon istilahnya minjem orang dari Cilacap. Jadi, selama ini terafiliasi Tores di Cilacap," tuturnya.
Baca juga: Pengakuan Keji Pelaku Pengeroyokan Pelajar di Bantul hingga Tewas, Korban Dilindas Motor
Karena penyelidikan masih berjalan, AKBP Bayu mengatakan kemungkinan jumlah pelaku bertambah.
"Karena, kami akan mengusut tuntas pihak terlibat," tandasnya.
Penganiayaan dilakukan pada malam hari menggunakan gesper, paralon hingga rokok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Personel-Polres-Bantul-menggiring-para-tersangka-penganiayaan-pelajar-hingga-tewas.jpg)