Minggu, 17 Mei 2026

BERITA VIRAL

Pimpinan Ponpes di Garut Nyaris Dihajar Massa, Diduga Cabuli Santriwati hingga Trauma

Kuasa hukum korban, Aditya Kosasih mengonfirmasi penangkapan pelaku rudapaksa santriwati.

Tayang:
Editor: Khistian Tauqid
kompas.com
KASUS PENCABULAN - Tangkapan layar detik-detik AN (45) seorang pimpinan pesantren di Kabupaten Garut, Jawa Barat diamankan polisi usai diduga melakukan tindak kekerasan seksual terhadap seorang santrinya, Sabtu (16/5/2026). 

TRIBUNBATAM.id - Kembali terjadi kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh pimpinan pondok pesantren di Garut, Jawa Barat.

Terduga pelaku berinisial AN (45) yang nyaris diamuk warga karena diduga mencabuli santriwati.

Beruntungnya AN lebih dulu digelandang oleh pihak kepolisian sebelum mendapatkan bogem mentah warga.

Kuasa hukum korban, Aditya Kosasih mengonfirmasi penangkapan pelaku rudapaksa santriwati.

Peristiwa tersebut terjadi di salah satu pondok pesantren di wilayah Kabupaten Garut pada Sabtu (17/5/2026) malam.

Aditya menyebut pelaku AN sempat digeruduk warga sekitar setelah kabar kasus pencabulan tersebut beredar luas.

"Betul tadi malam ada peristiwa itu, tapi tidak sampai diamuk warga, kami juga kemarin sudah melaporkan oknum pimpinan pesantren itu ke Polres," ujar Aditya kepada Kompas.com, Minggu (17/5/2026).

Kasus pencabulan itu terungkap setelah korban berani buka suara terhadap orang tuanya.

Tepatnya setelah korban sedang berjalan di luar pesantren seorang diri hendak pulang ke rumah.

Terdapat orang tua rekannya yang mengajak korban berbincang terkait alasan meninggalkan pesantren.

"Saat itu korban mengaku diusir, dari situ lah korban akhirnya menceritakan semuanya terkait perlakuan tidak pantas," ungkapnya.

Baca juga: Peneliti Asal China Jadi Korban Pencabulan Sekuriti, Pelaku Tak Tahan Lihat Kecantikan Korban

Orang Tua Korban Lapor Polisi

Aditya menjelaskan, informasi tersebut kemudian sampai kepada orangtua korban.

Mendengar pengakuan anaknya diduga mendapat perlakuan tidak pantas dari sosok yang selama ini dipercaya untuk mendidiknya, orangtua korban pun histeris.

Akhirnya ibu korban meminta bantuan kepada Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHR) di bawah naungan DPC PDI Perjuangan Garut untuk melaporkan oknum tersebut ke polisi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved