Rabu, 20 Mei 2026

Target Ekonomi 2027, Prabowo: Nilai Tukar Rupiah Maksimal Rp17.500

Presiden Prabowo Subianto menargetkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS untuk tahun 2027 berada pada kisaran Rp16.800-Rp17.500.

Tayang:
Tribun Batam/ist
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato di DPR, Rabu (20/5/2026) 

TRIBUNBATAM.id -  Presiden Prabowo Subianto menargetkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS untuk tahun 2027 berada pada kisaran Rp16.800-Rp17.500.

Prabowo menyampaikan hal itu dalam Sidang Paripurna DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Sementara, pidato yang dilakukan Prabowo untuk menyampaikan rincian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 (KEM-PPKF RAPBN 2027).

"Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ada pada rentang Rp16.800-Rp17.500. Strategi fiskal dan moneter kita haruslah yang mampu untuk menjaga nilai tukar tetap stabil terhadap mata uang dunia," katanya.

Selain itu, dia juga menargetkan pendapatan negara tahun 2027 pada kisaran 11,82-12,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Prabowo juga menyampaikan soal belanja negara untuk mendukung program prioritas tahun depan.

"Untuk mendukung berbagai program prioritas dan program vital kita, belanja negara berada pada kisaran 13,62-14,80 persen dari PDB kita," jelasnya.

Lalu, Prabowo juga menargetkan terkait defisit anggaran pada tahun 2027 yakni di kisaran 1,8-2,4 persen dari PDB.

"Dan kita akan berjuang terus untuk memperkecil defisit ini," ujarnya.

Selanjutnya, ia mengungkapkan target terkait suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun berada pada kisaran 6,5-7,3 persen.

Prabowo mengatakan inflasi pada tahun 2027 ditargetkan akan dijaga pada kisaran 1,5-3,5 persen.

Ia juga menyebutkan target harga minyak mentah Indonesia berada pada kisaran 70-95 dolar AS per barel.

"Lifting minyak mentah 602-615 ribu barel per hari dan lifting gas bumi 934-977 ribu setara minyak bumi per hari," ujarnya.

Prabowo juga menyebut pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2027 di kisaran 5,8-6,5 persen.

Target ini, sambungnya, demi tercapainya pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029.

"Dengan strategi ekonomi yang tepat dan kebijakan fiskal yang pruden dan berkelanjutan, saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh 5,8-6,5 persen pada tahun 2027 menuju ekonomi 8 persen tahun 2029," katanya.

Demi tercapainya target pertumbuhan ekonomi tersebut, Prabowo akan mewujudkannya dengan program yang meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Pertumbuhan tersebut harus tercermin pada meningkatnya kesejahteraan rakyat secara nyata," tuturnya.

Prabowo pun menargetkan tingkat kemiskinan Indonesia turun menjadi pada kisaran 6-6,5 persen dari sebelumnya yakni 6,5-7,5 persen di tahun 2026.

Baca juga: Pengamanan Kompleks Parlemen Senayan Diperketat Jelang Kedatangan Prabowo di Rapat Paripurna DPR

Lalu, tingkat pengangguran terbuka juga ditargetkan turun menjadi 4,3-4,8 persen.

"Lebih lanjut rasio gini kita targetkan semakin membaik pada rentang 0,362-0,367 dari target sebelumnya 0,377-0,38. Jarak antara yang kaya dengan yang miskin tidak boleh semakin lebar. Bahkan harus kita perjuangkan untuk terus menyempit," jelasnya.

Ia menargetkan indeks modal manusia meningkat pada tahun 2027 sebesar 0,575 di mana di tahun sebelumnya yakni 0,57.

Selanjutnya, indeks kesejahteraan petani ditargetkan meningkat 0,8038 pada tahun depan.

"Nilai tukar petani atau NTP yang sekarang sudah mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah di angka 126 harus kita perjuangkan untuk kita tingkatkan lagi," tuturnya.

Prabowo juga menargetkan akan membuka lapangan kerja besar-besaran tahun depan agar target proporsi penciptaan lapangan kerja formal meningkat menjadi 40,81 persen pada tahun 2027.(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Prabowo Ungkap Target Ekonomi 2027: Nilai Tukar Rupiah Maksimal Rp17.500, Pertumbuhan 5,8-6,5 Persen

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved