Sabtu, 23 Mei 2026

BERITA KRIMINAL

Dipicu Emosi Saat Main Game, Bocah 12 Tahun Dianiaya, Kepala Dipukul Palu Hingga Pecah

Menurutnya, pelaku tersinggung karena merasa tersentuh oleh korban ketika bermain dan sejak itu kerap mengajak berkelahi.

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
THINKSTOCK
Ilustrasi Penganiayaan - Seorang remaja kepalanya pecah usai dipukul palu oleh temannya yang emosi karena saat bermain Game 

TRIBUNBATAM.id, SINGKAWANG - Nasib tragis dialami seorang siswa kelas satu SMP negeri di Kota Singkawang, Kalimantan Barat berinisial W (12). Bocah tersebut harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah diduga menjadi korban penganiayaan brutal oleh teman sebayanya sendiri.

Peristiwa itu dipicu persoalan sepele saat keduanya bermain game bersama.

Namun, emosi pelaku diduga memuncak hingga berujung aksi kekerasan menggunakan palu.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah.

Ibu korban, Chinusha (38), mengungkapkan awal mula kejadian bermula saat anaknya bermain game bersama pelaku.

Menurutnya, pelaku tersinggung karena merasa tersentuh oleh korban ketika bermain dan sejak itu kerap mengajak berkelahi.

“Pelaku marah karena merasa tersentuh oleh anak saya saat main. Sejak itu dia sering mengajak berkelahi, tapi anak saya tidak pernah meladeni karena mereka sebenarnya berteman baik,” ujar Chinusha, Jumat (22/5/2026).

Peristiwa penganiayaan terjadi pada Jumat (15/5/2026) di kawasan Jalan KS Tubun, Singkawang.

Saat itu, korban tengah bermain di rumah temannya sebelum pelaku datang sambil membawa palu.

Baca juga: Berawal dari Cekcok, Wanita di Batam Diduga Jadi Korban Penganiayaan di Windsor Square

Hantam Pakai Palu

Tanpa banyak bicara, pelaku langsung menghantam korban menggunakan benda tumpul tersebut hingga korban tersungkur dan kejang-kejang di lokasi kejadian.

“Anak saya langsung kejang-kejang setelah dipukul,” katanya.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Abdul Aziz untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan korban mengalami pecah tengkorak akibat hantaman benda tumpul. Selain itu, terdapat gangguan pada saraf yang memengaruhi kondisi fisiknya.

Kini korban masih menjalani pengobatan dan membutuhkan operasi lanjutan untuk pemasangan tempurung kepala.

“Kondisinya sangat memilukan. Selain luka di kepala, salah satu kakinya sekarang belum bisa digerakkan secara normal,” ungkap Chinusha.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved