Driver Ojol Culik Bocah 7 Tahun
Driver Ojol Culik Bocah 7 Tahun dan Minta Uang Tebusan, Tapi Korban Ditemukan Tewas Dalam Parit
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Timur mengungkap, tersangka berinisial MY (32) diduga nekat melakukan
TRIBUNBATAM.id - Pengemudi Ojek Online menjadi tersangka kasus penculikan hingga korbannya tewas mengenaskan.
Jenazah bocah 7 tahun tersebut ditemukan di sebuah parit setelah pelaku yang merupakan pengemudi ojek online itu ditangkap oleh anggota polisi dari Polda Kalimantan Timur.
Untuk diketahui, Kasus penculikan yang menewaskan seorang bocah berusia 7 tahun di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, mengungkap fakta mengejutkan.
Dari hasil keterangan sementara diketahui kalau pelaku ternyata pernah mengenal orangtua korban sebelum menjalankan aksi kejahatannya.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Timur mengungkap, tersangka berinisial MY (32) diduga nekat melakukan penculikan dengan tujuan meminta uang tebusan kepada keluarga korban.
Korban berinisial MRP (7) ditemukan meninggal dunia setelah menjadi korban penculikan.
Sementara itu, tersangka berhasil ditangkap tim gabungan di kawasan Kampung Baru, Balikpapan Barat, setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kaltim Kombes Pol Jamaluddin Farti menjelaskan, identitas pelaku berhasil diketahui melalui hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi, serta analisis teknologi informasi (IT).
"Berawal dari olah TKP awal di rumah korban, kemudian pemeriksaan saksi-saksi yang melihat kejadian. Dari hasil penyelidikan terkait IT juga didapatkan profiling yang bersangkutan. Setelah kita profiling, kita cocokkan dengan keberadaan di TKP awal dan tergambar bahwa yang bersangkutan kemungkinan besar adalah pelaku," ujar Jamaluddin saat konferensi pers di Gedung Mahakam Polda Kaltim, Kamis (4/6/2026).
Setelah identitas pelaku diketahui, tim gabungan langsung melakukan pengejaran hingga ke Kota Balikpapan.
"Pengejaran dilakukan ke arah Balikpapan dan pelaku berhasil ditangkap di wilayah Kampung Baru. Lokasi penangkapan merupakan rumah keluarga dari pacar yang bersangkutan," katanya.
Pernah Bertemu Orangtua Korban
Dalam penyelidikan, polisi menemukan fakta bahwa pelaku ternyata pernah bertemu orangtua korban beberapa bulan sebelum kejadian.
Saat itu, pelaku mengantar orangtua korban dan sempat mendengar pembicaraan terkait pengurusan sejumlah uang. Informasi tersebut kemudian diingat oleh pelaku.
"Kurang lebih lima sampai enam bulan sebelumnya, sekitar Januari, pelaku pernah mengantar orang tua korban. Dalam perjalanan itu sempat ada pembicaraan mengenai pengurusan sejumlah uang. Hal itu kemudian diingat oleh pelaku," jelas Jamaluddin.
Menurut polisi, pertemuan tersebut menjadi salah satu awal munculnya niat pelaku untuk melakukan penculikan.
Saat melintas di depan rumah korban pada kesempatan lain, pelaku mengenali lokasi tersebut sebagai rumah orang yang pernah menjadi penumpangnya.
"Nah, pada saat lewat di depan rumah itu, pelaku teringat bahwa orang tua korban pernah dia antar. Apalagi yang bersangkutan juga memiliki utang, sehingga muncul niat untuk melakukan penculikan," ungkapnya.
Diduga Terlilit Utang dan Berniat Meminta Tebusan
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif pelaku diduga berkaitan dengan masalah ekonomi. Polisi mengungkapkan bahwa tersangka memiliki sejumlah utang yang diduga menjadi pemicu utama munculnya rencana penculikan.
Pelaku diduga berniat meminta uang tebusan kepada keluarga korban. Namun hingga kini penyidik masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk alasan yang menyebabkan korban meninggal dunia sebelum pelaku sempat meminta tebusan.
"Ini masih kita dalami. Pemeriksaan terhadap tersangka masih berlangsung dan belum sampai pada pendalaman secara menyeluruh terkait alasan korban sampai dibunuh," tegas Jamaluddin.
Polisi Tunggu Hasil Autopsi
Terkait kondisi korban, Polda Kaltim masih menunggu hasil resmi autopsi dari tim dokter forensik.
Karena itu, polisi belum menyampaikan secara rinci penyebab pasti kematian maupun luka-luka yang ditemukan pada tubuh korban.
"Kami masih menunggu hasil autopsi. Sebelum menerima hasil resmi, kami belum berani menyampaikan secara rinci terkait luka maupun penyebab kematian korban," katanya.
Sementara itu, hasil penyidikan sementara menunjukkan bahwa aksi penculikan tersebut dilakukan seorang diri.
"Sementara hasil penyidikan mengarah bahwa pelaku bertindak sendiri," ujarnya.
Polda Kaltim menegaskan penyidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa sekaligus memastikan seluruh unsur pidana dalam kasus tersebut dapat dibuktikan secara lengkap.
Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.com
| Daftar Harga Emas Banda Baru Batam Hari Ini, Kamis, 4 Juni 2026, Update Pukul 12.09 WIB |
|
|---|
| Kecelakaan Maut di Bintan Tewaskan Pekerja Subkon PT BAI, Ilham Dibawa ke RS Pakai Mobil Bak Terbuka |
|
|---|
| Syarat Diskon Tarif Tiket Kapal Pelni Hingga 30 Persen, Berlaku untuk Semua Trayek Mulai Juni 2026 |
|
|---|
| Jadwal Pemeliharaan Rutin PLN Batam Hari Ini, Kamis, 4 Juni 2026, Sasar PT Hingga Kawasan Industri |
|
|---|
| Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS Hari Ini Kamis, 4 Juni 2026, Terlemah dalam Sejarah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Driver-Ojol-jadi-Pelaku-penculikan-bocah-7-tahun.jpg)