Minggu, 7 Juni 2026

Santri Dibakar Senior

Alasan Senior Bakar 3 Santri Junior Hidup-hidup, Marah Korban Mengadu ke Pengasuh

Namun nasib berkata lain. Santri Pondok Pesantren Rusydah, Desa Mantang, Lombok Tengah itu kini harus menjalani hidup dengan luka bakar yang menutupi

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
Tribun Batam/TRIBUNLOMBOK.COM/Ahmad Wawan Sugandika
LUKA BAKAR - Santri pondok pesantren (Ponpes) di Lombok Tengah inisial SAH (13)menutup sebagian tubuhnya yang terkena luka bakar dengan kain, Kamis (4/6/2026). Pihak keluarga berutang ke mana-mana demi membiayai pemulihan anak yang mengalami luka bakar 80 persen. 

Ringkasan Berita:
  • Sahid Al Hudri (13) mengalami luka bakar hingga 80 persen tubuhnya setelah diduga disiram bensin dan dibakar oleh kakak kelasnya di dalam ruangan yang terkunci.
  • Korban menyebut aksi tersebut dilakukan secara sengaja, bahkan pelaku diduga pernah mengancam akan membakarnya setelah dilaporkan atas kasus perundungan di pondok pesantren.
  • Keluarga korban yang hidup dalam keterbatasan ekonomi harus berutang untuk biaya pengobatan, sementara mereka mengaku tidak mendapat bantuan

 

TRIBUNBATAM.id, LOMBOK TENGAH - Di usia yang baru menginjak 13 tahun, Sahid Al Hudri seharusnya menghabiskan hari-harinya untuk belajar dan bermain bersama teman sebaya.

Namun nasib berkata lain. Santri Pondok Pesantren Rusydah, Desa Mantang, Lombok Tengah itu kini harus menjalani hidup dengan luka bakar yang menutupi sekitar 80 persen tubuhnya setelah diduga menjadi korban aksi pembakaran oleh seniornya sendiri.

Saat ditemui Tribun Lombok, Kamis (4/6/2026), Sahid tampak duduk dengan wajah murung. Sebagian besar tubuhnya tertutup kain untuk menutupi luka bakar yang masih membekas.

Tatapannya kosong, seolah masih menyimpan trauma atas peristiwa mengerikan yang dialaminya.

Dengan suara pelan, Sahid menceritakan kembali kejadian yang mengubah hidupnya. Menurutnya, saat itu ia bersama dua temannya diminta masuk ke sebuah ruangan. Di dalam ruangan tersebut, seorang kakak kelas telah menyiapkan bensin.

Tak lama kemudian, bensin itu disiramkan ke dalam ruangan sebelum api menyala dan membakar mereka.

Ketika ditanya apakah peristiwa itu terjadi karena bercanda atau permainan yang berujung petaka, Sahid memberikan jawaban singkat namun tegas.

"Sengaja," ucapnya sambil menundukkan kepala.

Lebih memilukan lagi, Sahid mengaku dirinya bersama dua temannya tidak memiliki kesempatan menyelamatkan diri. Pintu ruangan disebut ditutup rapat sehingga mereka terjebak saat api mulai membesar.

"Terjebak kita bertiga, orang yang ngebakar bisa dia keluar," katanya.

Akibat peristiwa itu, satu dari tiga korban dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka bakar serius.

Keluarga menduga aksi tersebut dilatarbelakangi dendam pelaku. Sebelumnya, Sahid dan beberapa santri lain sempat melaporkan pelaku kepada pimpinan pondok atas dugaan perundungan terhadap santri lain, termasuk tindakan menelanjangi korban.

Setelah mendapat teguran dari pimpinan pondok, pelaku disebut menyimpan kemarahan dan sempat melontarkan ancaman kepada korban.

"Awas besok lagi-lagi kamu ngasih tahu, saya bakar kamu," ujar Sahid menirukan ancaman yang pernah diterimanya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved