Minggu, 7 Juni 2026

Kecelakaan Maut di Pekanbaru, Sopir Microsleep 5 Orang Tewas

Kecelakaan maut itu terjadi di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, 5 orang meninggal dunia. Sopir Toyota Hiace microsleep

Tayang:
Tribun Pekanbaru/istimewa
Petugas saat melakukan evakuasi dan pengamanan lokasi kecelakaan di Tol Pekanbaru -Dumai 

"Kami sudah melakukan beberapa upaya, antara lain berkoordinasi dengan Hutama Karya untuk mengaktifkan public address di gerbang tol sebagai sarana imbauan keselamatan kepada pengguna jalan. Selain itu, kami juga meminta pemasangan pita kejut pada beberapa titik rawan kecelakaan di ruas tol," katanya.

Tak hanya itu, personel PJR juga lebih aktif melakukan langkah preventif saat patroli pada jam-jam rawan kecelakaan.

"Setiap melaksanakan patroli pada waktu-waktu rawan laka, anggota PJR kami instruksikan untuk menyalakan sirene sebagai bentuk pencegahan dan pengingat bagi pengemudi yang berpotensi mengalami kelelahan atau mengantuk saat berkendara di jalan tol," tambahnya.

AKBP Eko mengimbau, agar pengemudi tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi fisik yang lelah atau dalam keadaan mengantuk.

"Silakan manfaat rest area yang tersedia di tol untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Jangan memaksa untuk tetap mengemudi, jika dalam kondisi lelah atau mengantuk karena sangat berisiko terhadap keselamatan. Sudah beberapa kali kasus kecelakaan di tol akibat pengemudi mengantuk," pungkasnya.

Daftar Kecelakaan Tol Pekanbaru

Sebanyak 465 kecelakaan sudah terjadi di Tol Pekanbaru-Dumai dan sebanyak 75 orang meninggal dunia serta mengakibatkan kerugian materi mencapai Rp 62 miliar.

Berikut daftar rincian jumlah kecelakaaan di Tol Pekanbaru-Dumai sejak 2020 hingga 2026 lengkap dengan titik kilometer paling rawan dan rincian kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia serta sejarah Tol Pekanbaru-Dumai sejak rencana pembangunan hingga tahun 2026 kemudian tips aman berkendara di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai .

Jalan Tol Pekanbaru–Dumai atau Tol Permai sepanjang 131 kilometer diresmikan dan mulai beroperasi penuh sejak 25 September 2020.

Berikut data lengkap jumlah, rincian, dan sejarah kecelakaan dari awal beroperasi sampai kejadian terbaru  pada 6 Juni 2026, berdasarkan data resmi Polda Riau dan PT Hutama Karya selaku pengelola : 

1. Tahun 2020 (25 September – 31 Desember)

  • Jumlah kasus: 40 kejadian
  • Korban: 4 meninggal dunia, 18 luka berat, 42 luka ringan
  • Kejadian pertama kali: Terjadi sekitar awal Oktober 2020 di KM 28, kecelakaan tunggal mobil penumpang menabrak pembatas jalan, akibat kecepatan tinggi.
  • Penyebab utama: Kecepatan berlebih, kurangnya pemahaman pengemudi rambu jalan tol, kondisi jalan masih baru.

2. Tahun 2021 (Januari – Desember)

  • Jumlah kasus: 62 kejadian (46 kasus sampai September, bertambah sampai akhir tahun)
  • Korban: 11 meninggal dunia, 27 luka berat, 79 luka ringan
  • Catatan: Pada ulang tahun pertama (25 Sep 2021), total sejak dibuka sudah tercatat 86 kasus, 11 tewas.
  • Kasus berat: KM 44 (Kandis) – tabrakan travel vs truk, 3 tewas; KM 72 – mobil terbalik jatuh ke parit.
  • Penyebab: Mulai terlihat pola microsleep atau kantuk sesaat dan pelanggaran jalur.

3. Tahun 2022

  • Jumlah kasus: 78 kejadian
  • Korban: 14 meninggal, 32 luka berat, 91 luka ringan
  • Penyebab utama: 65 persen karena kelelahan/mengantuk, 20 persen pengereman mendadak, sisanya kerusakan kendaraan.
  • Lokasi rawan: KM 12–18, KM 42–48, KM 70–76.

4. Tahun 2023

  • Jumlah kasus: 94 kejadian --> tertinggi sepanjang sejarah
  • Korban: 17 meninggal dunia, 41 luka berat, 108 luka ringan
  • Tahun dengan angka kematian tertinggi. Beberapa kecelakaan beruntun melibatkan 3–4 kendaraan.
  • Kasus maut besar: KM 46 – tabrakan bus vs truk, 4 tewas; KM 102 – mobil keluarga jatuh ke parit, 3 tewas.

5. Tahun 2024

  • Jumlah kasus: 81 kejadian (sedikit penurunan)
  • Korban: 12 meninggal, 34 luka berat, 86 luka ringan
  • Penurunan terjadi setelah pemasangan pita kejut, rambu peringatan, dan peningkatan patroli PJR.

6. Tahun 2025

  • Jumlah kasus: 72 kejadian
  • Korban: 9 meninggal, 28 luka berat, 74 luka ringan
  • Fokus pelanggaran: Melaju di jalur kanan lambat, menyalip sembarangan, ban pecah.
Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved