Tega Bunuh Nenek dan Selingkuhan demi Harta, Pria Ditangkap Polisi
Kepolisian Resor Kota Banyumas telah menetapkan A alias D (24) sebagai tersangka pembunuhan dua wanita . Korban nenek dan selingkuhan
"Pertama yang dibunuh neneknya. Pakai palu dipukul bagian leher, jatuh kemudian pelaku mengikat leher menggunakan tali rafia dan dicekik hingga meninggal dunia," ungkapnya.
Setelah korban meninggal dunia, pelaku diduga membersihkan lokasi kejadian dan mengambil sejumlah barang milik korban, termasuk uang tunai dan telepon genggam.
Diduga Berupaya Menghilangkan Jejak
Setelah dua korban meninggal dunia, tersangka diduga berupaya menghilangkan jejak tindakannya.
Polisi mengungkap bahwa jasad korban pertama sempat dipindahkan ke dalam sumur yang berada di area rumah.
"Pada saat pukul 07.00 WIB jasad neneknya diceburkan ke sumur sebelum dia pergi, karena ada warga yang datang ke rumahnya," jelas Ardi.
Saat ini penyidik masih mendalami seluruh rangkaian kejadian dan mengumpulkan alat bukti tambahan untuk melengkapi proses hukum.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 459 subsider Pasal 458 ayat (2) KUHP.
Sudah Menjadi Target
Tak lama setelah peristiwa pertama, tersangka menghubungi seorang perempuan berinisial A (18) yang diketahui memiliki hubungan khusus dengannya.
Keduanya bertemu di wilayah Baturraden sebelum akhirnya menuju rumah korban pertama di Desa Patikraja.
Hasil penyelidikan polisi mengungkap bahwa pembunuhan terhadap korban kedua diduga telah direncanakan sebelumnya.
Motifnya disebut berkaitan dengan keinginan tersangka menguasai barang milik korban, termasuk telepon genggam dan sepeda motor.
"Dia itu sudah merencanakan akan membunuh selingkuhannya. Setelah bertemu, korban diajak ke rumah neneknya.
Di lokasi sempat terjadi cekcok karena pelaku ingin menguasai HP dan motor korban kedua," kata Ardi.
Untuk memicu pertengkaran, tersangka diduga berpura-pura melihat notifikasi pesan WhatsApp dari pria lain di telepon seluler korban.
Polisi menyebut alasan tersebut kemudian digunakan sebagai pemicu konflik yang berakhir dengan pembunuhan.
| Pemicu Pelaku Bunuh Nenek dan Selingkuhannya di Banyumas, Hantam 2 Korban Pakai Palu |
|
|---|
| Tersangka SD Akui Konsumsi Sabu Sebelum Racuni Kekasih, Pemicunya Korban Hamil Muda |
|
|---|
| Siswi SMP Tikam Guru SD hingga Tewas di OKU Selatan, Ternyata Kepergok Mencuri |
|
|---|
| Panik Kekasih Hamil, Pemuda 18 Tahun di Ogan Ilir Tega Racuni Pacar hingga Tewas |
|
|---|
| Hamil 3 Bulan, Jadi Alasan Remaja 18 Tahun di Ogan Ilir Habisi Nyawa Pacarnya yang Berusia 29 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1406_Pembunuhan-di-Banyumas.jpg)