Demo Mahasiswa
Dari MBG hingga BBM, Ini Isi Tuntutan Mahasiswa kepada Wapres Gibran
Tak hanya itu, mahasiswa juga memberikan ultimatum kepada pemerintah selama 5x24 jam untuk merespons dan menindaklanjuti tuntutan yang
TRIBUNBATAM.id, JAKARTA – Gelombang demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di sejumlah daerah akhirnya berujung dialog dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan mahasiswa menyampaikan berbagai tuntutan, mulai dari evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), subsidi pendidikan tinggi, hingga kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM).
Tak hanya itu, mahasiswa juga memberikan ultimatum kepada pemerintah selama 5x24 jam untuk merespons dan menindaklanjuti tuntutan yang telah disampaikan.
Pantauan Tribunnews, sejumlah mahasiswa yang mengenakan almamater kampus keluar dari Istana Wapres sekitar pukul 18.43 WIB usai berdialog dengan Gibran.
Wapres yang mengenakan kemeja batik cokelat tampak berbincang dengan mahasiswa, berjabat tangan, dan sempat berfoto bersama sebelum kembali ke dalam Istana.
Ketua Umum BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno sekaligus koordinator aksi, Muhammad Abdi, mengatakan mahasiswa menyampaikan berbagai aspirasi yang dihimpun dari daerah maupun tingkat nasional.
"Kawan-kawan mahasiswa menyampaikan aspirasi dan keluh kesah dari berbagai daerah secara konstitusional langsung kepada Bapak Wapres," ujarnya.
Baca juga: Demo Warga Pulau Kasu Batam di Kantor LIRA Kepri Sempat Memanas Usai Tahu Yusril Koto di Luar Daerah
Salah satu tuntutan yang disampaikan ialah pembekuan sementara program MBG untuk dilakukan audit transparansi, serta pengalihan efisiensi anggaran guna membantu subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan biaya operasional pendidikan tinggi.
Selain itu, mahasiswa juga meminta pemerintah mengkaji ulang regulasi terkait Polri melalui mekanisme legislasi di DPR RI.
Dalam sektor ekonomi, massa aksi mendesak pemerintah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengevaluasi kebijakan kenaikan harga BBM yang dinilai berdampak pada daya beli masyarakat.
Mahasiswa menegaskan bahwa pemerintah memiliki waktu selama 5x24 jam untuk menunjukkan tindak lanjut atas memorandum yang telah disampaikan.
Apabila tidak ada respons atau langkah konkret, mereka mengancam akan menggelar aksi lanjutan dalam skala yang lebih besar.
Menurut Abdi, Gibran merespons aspirasi tersebut dengan mencatat langsung poin-poin tuntutan mahasiswa dan berjanji menyampaikannya kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Bapak Wapres mencatat apa yang kami sampaikan dan berjanji memperbaiki hal-hal yang janggal. Tentunya soal MBG salah satunya," kata Abdi.
Sebelumnya, demonstrasi mahasiswa berlangsung di sejumlah titik di Jakarta, seperti depan Gedung DPR RI dan kawasan Patung Kuda. Aksi serupa juga digelar di sejumlah daerah, termasuk Tasikmalaya dan Lampung, dengan membawa tuntutan yang hampir serupa.
Meski sempat memadati sejumlah ruas jalan, aksi demonstrasi di Jakarta berakhir dengan tertib pada Senin sore.
Sumber: Tribunnews.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Ketua-Umum-BEM-Fakultas-Hukum-UBK-Muhammad-Abdimaludin-usai-bertemu-Wapres-Gibran.jpg)