PESTA BOLA DUNIA DI KEPRI
Tim Spanyol Hadapi Cape Verde di Piala Dunia 2026, Ini Analisis Pengamat Kepri
Pengamat bola Kepri Chris Triwinasis menilai, Tim Spanyol akan menghadapi ujian awal pada laga perdana lawan Cape Verde di Piala Dunia 2026, Senin ini
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Tim Spanyol masih diunggulkan jadi juara Piala Dunia 2026.
Tim Matador ini menjadi andalan dengan pertimbangan prestasi dua tahun terakhir, serta materi pemain yang merata antara inti dan cadangan.
Tentu ini merupakan ujian awal pada laga perdana melawan Cape Verde pada Senin (15/6/2026) pukul 23.00 WIB.
"Lamine Yamal, pemain asal klub Barcelona ternyata pulih lebih awal dan bisa ditampilkan dalam laga ini," kata Pengamat Sepak Bola Kepri, Chris Triwinasis, Senin (15/6/2026).
Kehadiran Lamine Yamal dimungkinkan tidak sebagai starting eleven, tetapi bisa saja menjadi pemain pengganti dengan posisi Winger kanan dipercayakan kepada Yeremy Pino ( Crystal Palace) dalam pola 4-3-2-1 kesukaan pelatih Fuente.
Posisi kiper, kendati David Raya tampil bagus bersama klubnya Arsenal, namun Unair Simon (Bilbao) diprediksi masih akan menjaga gawang tim Matador.
Pivot lini tengah menjadi tugas Pedri (Barcelona) dan Rodri ( M.City) dalam mengatur keseimbangan antara menyerang dan bertahan.
Tanpa satu pun pemain asal klub Madrid, pelatih Fuente mempercayakan lini pertahanan kepada Cucurell (Chelsea)-Laporte (Bilbao)-Cubarsi (Barcelona)-Pedro (T.Hotspurs).
"Kendati berasal dari klub yang berbeda, namun keempat pemain tersebut terbiasa diturunkan oleh Pelatih Fuente," ujarnya.
Peran Dani Olmo (Barcelona) menjadi penyerang lubang, peran yang sudah dimainkan sejak memperkuat Spanyol pada Olimpiade 2020 sukses meraih medali perak.
Dengan komposisi pemain antara inti dan cadangan seimbang, Pelatih Fuente tidak sulit kala serangan mengalami kebuntuan.
Di samping itu, faktor cuaca juga akan menjadi pertimbangan untuk melakukan pergantian pemain, kendati pada Piala Dunia kali ini ada water break (jeda waktu) saat pertengahan babak.
Cape Verde sebagai pendatang baru juga tidak bisa diremehkan, hasil uji coba melawan Serbia dengan hasil kemenangan dan skor cukup telak 3-0.
Pelatih Bubista paham bahwa lawan yang akan dihadapi tim kuat, tentu sudah menyiapkan strategi dengan bertahan serta counter attack sebagai upaya mencetak gol.
Pada umumnya, gol timnas Spanyol terjadi lewat kerja sama satu dua pemain di depan kotak penalti, dengan memanfaatkan para Winger yang memberikan umpan cut back, untuk dieksekusi para pemain second line.
"Cape Verde butuh kesabaran, main keras bisa berujung petaka seperti tim Afrika Selatan harus bermain dengan 9 pemain," bebernya.
Partai ini diperkirakan menjadi ujian para penyerang tim asuhan pelatih Fuente untuk dapat mencatatkan diri pada papan skor, sekaligus memburu top skor turnamen. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)
| Hasil dan Klasemen Grup E-F Piala Dunia 2026, Jerman dan Swedia Pesta Gol, Jagoan Kapolda Tertahan |
|
|---|
| Bupati Aneng Tak Terserang Demam Piala Dunia 2026, Pilih Fokus Urus Masyarakat Anambas |
|
|---|
| Pertandingan Belanda vs Jepang Bakal Berlangsung Sengit, Belanda Lebih Unggul di Atas Kertas |
|
|---|
| Bupati Karimun Jagokan Argentina 2026, Wabup Rocky Marciano Tak Dukung Negara Mana Pun |
|
|---|
| Nobar Dimana di Batam? Jadwal Piala Dunia 2026 Brazil vs Maroko Minggu 05.00 WIB, Live TVRI Sport |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Pengamat-Sepak-Bola-Kepri-8999.jpg)