Dugaan Mark Up MBG di Tanjungpinang
Dugaan Mark Up Makanan MBG di Tanjungpinang Mencuat, Petugas SPPG Sei Enam Bungkam
Dugaan mark up menu MBG di Teluk Keriting, Sei Enam, Tanjungpinang, mencuat ke publik.
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Dugaan mark up menu MBG di Teluk Keriting, Sei Enam, Tanjungpinang, mencuat ke publik.
Harga makanan yang diperuntukkan untuk pelajar SMA Negeri 1 Tanjungpinang ini, tengah jadi sorotan masyarakat dan netizen.
Dapur MBG ini melayani sekitar 200 san siswa dan siswi di sekolah itu.
Informasi ini sempat viral di media sosial (medsos).
Sejumlah warga Tanjungpinang pun mulai berpikir negatif atas dugaan perilaku tersebut.
"Minimnya kepercayaan terhadap pengelola MBG di Tanjungpinang sudah sejak lama," kata seorang warga berinisial L, Rabu (11/3/2026).
Dia menyampaikan, tak yakin dengan harga yang disampaikan pengelola tersebut.
"Masa bolu eceran di Family biasanya Rp 2.500 per bungkus. Beli banyak kenapa jadi Rp 3000. Kan aneh. Paling tidak harganya sama, bukan mala naik," bebernya.
Contoh kecil seperti ini saja, sudah tidak jujur dalam pengelolaan dana MBG.
"Menurut saya kurang transparan. Harus diusut kalau model-model begini," kata dia.
Salah seorang wali murid di SMA Negeri 1, Tanjungpinang, Eko menyampaikan, ketidak sesuaian harga makanan untuk MBG.
"Harga makanan yang dicantumkan dengan harga sebenarnya di pasaran berbeda," kata Eko.
Lewat program ini, seharusnya pelajar mendapatkan makanan bergizi sebanyak enam kali selama satu Minggu.
Hanya saja, fakta di lapangan hanya lima kali saja.
"Tidak hanya itu, harga makanan pun kadang tak sesuai dengan harga di pasar," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/SPPG-Sei-Enam-Tanjungpinang-6888.jpg)