Legislatif

Buat Website DPR RI Rp 9,7 Miliar

Ide anggota DPR RI membuat www.dpr.go.id sebesar Rp 9,7 miliar tidak masuk akal dan menyakiti nurani rakyat.

Laporan Wartawan Tribunnews, Candra P. Pusponegoro

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Praktisi desainer website dari Bengkong Baru Batam, Jubron Fahirro mengaku sedih dengan anggota DPRR RI yang menganggarkan pembuatan website senilai Rp 9,7 miliar. Pasalnya, anggaran sebesar itu sangat mewah, tidak masuk akal, dan menyakiti nurani.

Menurut Jubron, website sederhana itu harganya sangat murah, bahkan dengan modal Rp 300 ribu, seseorang sudah bisa membuat dan menarik. Ia menyebutkan, harga domain itu berkisar Rp 120 sampai Rp 500 ribu. Sedangkan harga hosting mulai Rp 180 ribu hingga Rp 10 juta.

Ia memerinci, dengan uang Rp 300 ribu sudah bisa memiliki domain, hosting, free email POP3, selama setahun. Hanya saja kapasitas hosting 250 megabytes (MB). Menurutnya, website dengan nominal Rp 300 ribu itu belum termasuk jasa dan maintenance.

"Beli domain dan hosting itu murah mas, bahkan Rp 300 ribu bisa buat website yang ciamik dan bagus dengan content management system (CMS) yang ada. Ide anggota DPR RI membuat www.dpr.go.id sebesar Rp 9,7 miliar tidak masuk akal dan menyakiti nurani rakyat," ujar Jubron Fahirro kepada Tribunnewsbatam.com, Rabu (11/9/11).

Selain itu, Jubron menandaskan, jika sebuah website akan dipasang templates (tampilan) dengan tidak free, maka harga templates termahal paling mahal 10 ribu US dolar. Tetapi jika memakai CMS Joomla, Wordpress, Blogspot, Mamboo, dan lainnya, banyak templates yang disediakan secara gratis.

"Kalau pakai CMS Joomla, Mamboo, Wordpress, atau Blogspot banyak yang gratis. Jika hendak beli paling mahal 10 ribu US dolar," tandas Jubron menguraikan.

Menurut dia, untuk standar pembuatan website normal sebuah perusahaan saja pertahun paling tidak Rp 3 juta sudah bisa bagus. Itu biasanya sudah termasuk maintenance, update, dan teknis lainnya. Jika hosting website cukup besar, misalnya 2 gigabytes, per tahunnya Rp 2 juta. Ini tergantung server yang menyediakan.

"Coba lihat website KPU atau KY, mereka pakai CMS Joomla, atau website milik Pemerintah Serdang Bedagai di Sumatera Utara, mereka buatnya bagus dan biayanya saya rasa tidak mencapai ratusan juta, apalagi miliaran," sindir Jubron. (tribunnewsbatam.com/tia)

Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved