A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Gunakan Kartu Pemilih Orang Lain, Asnawati Digelandang ke Polsek - Tribun Batam
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 21 April 2014
Tribun Batam

Gunakan Kartu Pemilih Orang Lain, Asnawati Digelandang ke Polsek

Rabu, 31 Oktober 2012 12:57 WIB
Gunakan Kartu Pemilih Orang Lain, Asnawati Digelandang ke Polsek
tribunnewsbatam.com/dedy suwadha
Asnawati nangis ketakutan saat akan digelandang ke Maposek TPI Barat. Dia menggunakan kartu pilih atas nama orang lain untuk mencoblos di TPS 50 Bukit Cermin Tanjungpinang
Laporan Tribunnews Batam, Iman Suryanto

TRIBUNNEWSBATAM, TANJUNGPINANG- Asnawati, warga jalan Taman Bahagia, Kelurahan Kamboja terpaksa digelandang ke Mapolsekta Tanjungpinang Barat setelah diketahui menggunakan identitas (kartu pemilih) orang lain untuk memilih di  TPS 50, Kelurahan Kamboja, Kecamatan Tanjungpinang Barat. 

Dari data yang dihimpun Tribun di lapangan diketahui, yang bersangkutan merupakan warga setempat, namun menggunakan kartu yang bukan namanya.

“Sejumlah saksi yang juga warga setempat, mengenali  Asnawati.  Namun pemilih ini masuk dan melakukan pencoblosan dengan menggunakan kartu pemilih atas nama Mira Indah Sari. Namun baru disadari ketika yang bersangkutan sudah selesai mencoblos," ujar salah satu saksi pasangan calon yang enggan disebutkan namanya kepada Tribun, Rabu (31/10).

Hal tersebut diamini oleh Fahrudin, ketua KPPS 50 Bukit Cermin.  Ia pun mengatakan, hal itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Namun demikian karena banyaknya warga yang melakukan pencoblosan Ia tidak terlalu memperhatikan dan pihaknya menyerahkan semuanya kepada Panwaslu Kota Tanjungpinang untuk menindak dan memprosesnya.

"Kita serahkan semuanya kepada Panwaslu saja untuk memprosesnya. Yang terpenting proses pencoblosan berjalan dengan baik," ungkapnya. 

Di tempat terpisah, Asnawati  mengakui bahwa dirinya dipaksa untuk mencoblos dengan menggunakan kartu yang bukan namanya.  "Saya tahu itu bukan nama saya, dan saya sadar kalau saya nyoblos pakai kartu itu pasti salah. Namun saya dipaksa oleh warga yang mengaku sebagai perangkat RT yang bernama Ismail," ungkapnya. (*)


Editor: Iswidodo
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
36712 articles 3 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas