Pesawat Polisi Jatuh di Perairan Dabo

Tim DVI Polda Kirim Sampel DNA 7 Potongan Tubuh ke Jakarta, Ini Alasannya

Tim DVI Polda Kepri mengirim sampel DNA potongan tubuh temuan di lokasi pesawat jatuh ke Jakarta. Ini alasan pengiriman ke Jakarta

Tim DVI Polda Kirim Sampel DNA 7 Potongan Tubuh ke Jakarta, Ini Alasannya
Istimewa
Evakuasi benda diduga potongan jasad korban pesawat jatuh di Perairan Dabo, Lingga, Kepri, Sabtu (3/12/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Tim DVI Polda Kepri mengirimkan sampel DNA dari tujuh bagian potongan tubuh korban pesawat jatuh di perairan Lingga ke Jakarta.

Kabid Dokkes Polda Kepri, AKBP Djarot Wibowo yang ditemui di RS Bhayangkara, Selasa (6/12/2016) siang, mengatakan sampai saat ini pihaknya belum ada lagi menerima tambahan bagian potongan jenazah korban.

"Jadi yang ada potongan tubuh ditemukan di hari pertama saja. Itu sudah kita pisah-pisahkan, kita dapatkan ada tujuh bagian. Hari ini kita sudah kirim ke Jakarta juga sampel DNA dari tujuh bagian potongan tubuh tersebut," katanya.

Dikirimnya sampel DNA tersebut guna pencocokan pada DNA Ante Mortem yang sudah didapatkan di Jakarta. Ia menyatakan, di Jakarta pihaknya pun sudah memiliki dental profiling dari ke 13 korban pesawat nahas tersebut.

"‎Jadi, seandainya kita dapatkan kerangka kepala dari jenazah, sudah bisa kita tentukan kerangka itu milik siapa. Karena di institusi polri untuk fungsi-fungsi yang punya resiko tinggi terhadap kecelakaan semua sudah punya data base termasuk dental profile nya," tutur dia.

Ia memperkirakan, beberapa hari ke depan tujuh potongan tubuh tersebut sudah dapat diketahui milik siapa. Djarot pun menyatakan sejauh ini tidak ada kesulitan dalam proses identifikasi potongan tubuh tersebut.

"Tidak ada kesulitan. Kan sudah ada prosedurnya dalam identifikasi. Ada data primer seperti DNA, dental profile, dan sidik Jari. Kemudian data sekunder, seperti keterangan medis, properti.

Ketentuannya satu data primer saja sudah bisa mengidentifikasi bagian tubuh tersebut milik siapa," ucap Djarot. (*) 

Penulis: Anne Maria
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved