Tarif Sudah Naik, Listrik Masih Padam. Ada Kompensasi ke Pelanggan? Ini Jawaban PLN Batam

Tarif sudah naik, listrik masih padam. Ada kompensasi ke pelanggan? Ini jawaban PLN Batam

Tarif Sudah Naik, Listrik Masih Padam. Ada Kompensasi ke Pelanggan? Ini Jawaban PLN Batam
tribunbatam/argianto
Jemaat menyalakan genset saat berlangsungnya ibadah di Gereja Kristiani Muria Indonesia (GKMI), Pasir Putih, Batam, Minggu (9/4) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Sempat padam Minggu (9/4) sekitar pukul 9.15 WIB, aliran listrik di beberapa wilayah di Kota Batam berangsur-angsur menyala mulai sekitar pukul 11.35 WIB. Meskipun tidak keseluruhannya. Padamnya listrik, tidak hanya terjadi di sebagian besar wilayah Batam. Melainkan juga terjadi di Bintan.

Baca: BREAKINGNEWS: Listrik Batam Sempat Mati, PLN Ngaku Kebingungan Cari Titik Padamnya Arus!

Baca: Ngeri! Kesal Lihat Ibu Tiri Pakai Motor Ibu Kandung, Pria Ini Mengamuk Pakai Parang

General Manager Generation and Transmittion Bright PLN Batam, Hamidi mengatakan, pemadaman listrik itu lantaran ada gangguan teknis di pembangkit Panaran. Penyebabnya karena over frekuensi yang berimbas pada kelebihan beban yang dipikul pembangkit besar seperti di Tanjung Kasam, hingga berakibat pada terputusnya aliran listrik. Saat itu terjadi defisit listrik sebesar 20 Megawatt.

"Sebelum pukul 9.15 itu, operasional listriknya normal untuk Batam dan Bintan. Tapi sekitar pukul 9.15 WIB, terjadi goncangan terkait adanya over frekuensi di kita," kata Hamidi saat konfrensi pers di Gedung Bright PLN Batam, Minggu (9/4) siang.

Over frekuensi itu pula, yang berakibat pada terputusnya aliran listrik di sebagian besar wilayah Batam. Bahkan meluas sampai ke Bintan. Hingga pukul 13.47 WIB, terkonfirmasi masih ada aliran listrik di beberapa wilayah di Batam yang belum menyala.

Hamidi belum bisa memastikan penyebab gangguan sistem di pembangkit Panaran itu. Apakah ada mesin yang tidak bekerja? Atau karena beban penggunaan listrik masyarakat meningkat atau sebab lainnya.

"Sekarang kita masih cek, masih melakukan analisa titik sumbernya dimana. Ini murni karena gangguan sistem. Bukan karena human error," ujar dia.

Hamidi melanjutkan, saat ini pihaknya masih melakukan pemulihan di semua pembangkit. Seperti di pembangkit Tanjung Kasam, sekitar pukul 13.06 WIB pihaknya sudah mulai memanaskan kembali batubara sebagai bahan bakar pembangkit listrik.

"Karena di Tanjung Kasam sempat berhenti tadi, kami butuh waktu enam sampai tujuh jam untuk mengoperasionalkan satu pembangkitnya. Mudah-mudahan saja tak terjadi defisit lagi," kata Hamidi.

Halaman
12
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help