TribunBatam/

Ngeri! Polisi Tembak Anak Kandung hingga Tewas di Bengkulu, Sempat Dikira Pencuri

Ngeri! Sempat mengira pencuri masuk rumah, polisi ini tembak anak kandungnya hingga tewas! Begini kejadiannya!

Ngeri! Polisi Tembak Anak Kandung hingga Tewas di Bengkulu, Sempat Dikira Pencuri
Kompas.com
Ilustrasi 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BENGKULU-Kasus salah tembak oleh oknum polisi terhadap satu keluarga di Lubuklinggau, belum lama ini terjadi.
Namun, kasus serupa kembali terjadi.

Baca: Heboh, Beredar Video Bule Begituan di Bali, 59 Cewek Indonesia Jadi Mangsanya, Termasuk di Batam!

Baca: Aduh! Termakan Rayuan Seorang Kakek di FB, Gadis Ini Kehilangan Motor Usai Ditiduri

Baca: Heboh! Pengacara Wanita Ini Kepergok Pembantu Sedang Begituan dengan Sopir di Kamarnya!

Seorang Kepala Unit Provost Polsek Ratu Agung, Bengkulu, Aiptu Bekti Sutikno (43), menembak anak kandung di rumahnya, Jalan Sumatera 5, Sukamerindu, Teluk Segara, Kota Bengkulu, Rabu (26/4/2017) pagi.

Dugaan sementara, penembakan dilakukan Aiptu Bekti karena mengira orang yang memasuki rumahnya adalah pencuri.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul menceritakan kronologi kejadian.
Sekira pukul 04.00 Wib, Aiptu Bekti Sutikno mendengar suara dari balik pintu kamarnya.

Lantas, ia beranjak untuk mengecek sumber suara, dengan mengambil senjata api miliknya.

Dan seketika, Aiptu Bekti Sutikno langsung menembakkan senjata api tersebut, ke arah sosok pria tersebut.

Peluru Aiptu Bekti mengenai bahu sebelah kanan sasarannya.

Dan saat itu, ia melihat ternyata sosok pria yang ditembaknya adalah anak kandungnya yang berusia 14 tahun, Bagas Alvravigo.

"Setelah itu, Aipda Bekti Sutikno langsung menembakkan senjata api tersebut ke arah korban, dan mengenai bahu sebelah kanan, dan melihat korban tersebut anak kandungnya sendiri," ujar Martinus.

Melihat korbannya adalah sang anak, Aiptu Bekti Sutikno dan keluarga langsung membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu.

Namun saat itu, nyawa sang anak tak tertolong.

"Untuk sementara, korban berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu untuk dilakukan Visum Et Repertum serta pengeluaran proyektil yang masih ada dalam tubuh korban," kata Martinus. (Tribunnews)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help