BATAM TERKINI

Ojek Pangkalan Minta Izin Ojek Online Dicabut. Ini Alasan Mereka

Ojek pangkalan meminta Pemerintah Kota Batam mencabut izin ojek online di Batam. Simak alasan mereka.

Ojek Pangkalan Minta Izin Ojek Online Dicabut. Ini Alasan Mereka
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Tukang ojek pangkalan menggelar aksi unjuk rasa meminta Pemko Batam mencabut izin ojek online, Rabu (10/5/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Puluhan tukang ojek mengadukan nasibnya ke DPRD Kota Batam, Rabu (10/5/2017) pagi. Mereka keberatan dengan keberadaan dan operasional ojek online di Batam.

Lantaran berakibat menurunnya pendapatan mereka, tukang ojek pangkalan. Kedatangan para tukang ojek itu disambut Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardiyanto, didampingi anggotanya Muhammad Musofa, Harmidi Umar Husen, dan Jurado.

"Dari jumlah pelanggan mereka menurun, dari sisi pendapatan juga turun. Akhirnya timbulah masalah ekonomi," kata anggota Komisi I, Muhammad Musofa menceritakan keberatan tukang ojek itu kepada Tribun.

Atas dasar itu, mereka meminta Pemerintah Kota Batam mencabut izin ojek online di Batam. Namun sebelum itu, mesti mendapat rekomendasi terlebih dahulu dari DPRD Kota Batam.

Baca: 18 Mei, Warga Sagulung dan Batuaji Akan Kembali Protes Kenaikan TDL

Baca: Ingin Jadi Penjamin, Pendukung Ahok Kumpulkan KTP

"DPRD memberikan rekom ke Wali Kota. Tapi sebelum rekom kami berikan, mesti ditelaah dulu secara hukum. Masalahnya, sumbernya," ujar dia.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil seluruh stake holder. Seperti pengelola ojek online, Dinas Perhubungan dan lainnya untuk mencari solusi bersama.

"Kita harapkan nanti ada solusilah atas kegelisahan warga yang bekerja sebagai ojek pangkalan maupun ojek di jalan," kata Musofa.

Namun kapan waktu pemanggilan itu terlaksana, pihaknya belum memberikan kepastian. Namun dipastikan sebelum Ramadan. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help