Begini Nasib Bulog Setelah Pemerintah Luncurkan Voucher Pangan

Rata-rata penyaluran Bulog untuk Raskin 213.000 ton per bulan untuk 14,2 juta rumah tangga sasaran (RTS)

Begini Nasib Bulog Setelah Pemerintah Luncurkan Voucher Pangan
KOMPAS/PRIYOMBODO
ilustrasi. Beras Bulog 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencana pemerintah mengalihkan pembagian beras masyarakat sejahtera (rastra) secara langsung menjadi voucher pangan berpotensi mengurangi pendapatan Perum Bulog. Pasalnya sekitar 70% pendapatan BUMN pangan tersebut berasal dari pembagian rastra.

Direktur Komersial dan Pelayanan Publik Perum Bulog Karyawan Gunarso mengatakan, untuk mengantisipasi berkurangnya pendapatan perusahaan, pihaknya akan memperkuat sisi komersial perusahaan. Penguatan transaksi di sisi komersial ini sudah mulai dilakukan dengan semakin gencarnya pembangunan Rumah Pangan Kita (RPK) di seluruh Tanah Air.

Dia bilang saat ini jumlah gerai RPK sudah mencapai 18.000 unit.

"Bulog itu adalah perusahaan umum (Perum) maka harus mencari keuntungan juga selain melakukan pelayanan publik, sehingga penguatan segi komersial merupakan sesuatu yang harus dilakukan," ujarnya kepada KONTAN, Senin (15/5/2017).

Pria yang akrab dipanggil Wawan ini menjelaskan, selain memperkuat transaksi komersial, Bulog juga akan melakukan penguatan infrastruktur dan jaringan di seluruh Indonesia. Dengan demikian, Bulog akan dengan mudah menjangkau seluruh pelosok untuk memasarkan produknya ke seluruh masyarakat.

Dengan begitu Bulog bisa memastikan semua penjualan produk pangan yang ditugaskan pemerintah dapat sampai ke masyarakat dengan harga terjangkau.

Baca: Ingin Lampiaskan Dendam Pada Joel, Sekiang Justru Tusuk Adik Joel

Baca: Sering Mengeluh di Sosial Media? Mungkin Anda Alami Gangguan Ini

Baca: KPK Ingin Dilibatkan Ungkap Kasus Novel Tapi Terganjal Syarat Ini

Wawan berharap perluasan fungsi voucer pangan tidak mengurangi penugasan kepada Bulog. Sebab selama ini Bulog juga bertugas mengamankan pangan baik dari hulu maupun hilir.

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved