BATAM TERKINI

Jembatan Timbang di Punggur Rusak, Begini Cara Petugas Lakukan Pengecekan

Jembatan timbang di pintu masuk pelabuhan Roro Punggur sudah lama rusak. Sehingga, alat tersebut tidak bisa difungsikan.

Jembatan Timbang di Punggur Rusak, Begini Cara Petugas Lakukan Pengecekan
Antrean kendaraan di Pelabuhan Roro Telaga Punggur, Selasa (13/6/2017). Frekuensi penyeberangan ke Buton, Riau, kini tiga kali seminggu. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - General Manager PT ASDP Ferry Indonesia Pelabuhan Roro Punggur Anis Adinizam mengatakan, jembatan timbang di pintu masuk pelabuhan Roro Punggur sudah lama rusak. Sehingga, alat tersebut tidak bisa difungsikan.

Akhirnya, pihak PT ASDP Ferry Indonesia terpaksa mengira-ngira muatan mobil yang hendak mengangkut barang.

"Kami selalu antisipasi. Kami juga sudah saling koordinasi dengan pihak Bea Cukai dan Syahbandar (KPLP). Untuk mengantisipasi, kami berpatokan pada ambang batas muatan mobil di kapal. Kami segera atasi ini," kata Anis, Jumat (16/6/2017).

Kata Anis, jika muatan mobil melebihi ambang batas pada tenda mobil, maka pihak ASDP langsung mencegah naik ke kapal. "Takutnya kan keberatan muatannya. Biasa membahayakan memang kalau melebihi kapasitas," katanya.

Baca: WASPADALAH. Pria Juga Bisa Kena Kanker Payudara. Simak Gejala Berikut Ini

Baca: Jangan Sampai Ketinggalan. Besok, Matahari Mega Mall Pesta Diskon Lewat Morning Sale

Baca: ASTAGA. Marah Karena Dilihat, Pria Ini Bawa Kawannya Lalu Tusuk dan Aniaya Orang di Bida Asri

Belum dipastikan Anis kapan jembatan timbang itu diperbaiki. Hanya saja, berdasarkan pantauan di lapangan, petugas di sana hanya mengecek dari luar mobil saja. Sementara berat tidak bisa diperkirakan sesuai berat. Karena tidak ada timbangan.

Anis mengatakan, yang paling berhak terkait masalah jembatan timbang di pelabuhan Punggur itu adalah Dinas Perhubungan. Hanya saja karena sudah rusak, terpaksa dilakukan perkiran manual. (*)

*Baca Berita Terkait di Tribun Batam Edisi Cetak Minggu, 18 Juni 2017 

Penulis: Leo Halawa
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help