TribunBatam/

WOW, Pedagang Perantara Beras Nikmati Untung Rp 186 Trilun Setahun, KPPU Bakal Bertindak

KPPU menyatakan, jurang perbedaan harga beras yang tinggi antara harga di tingkat petani produsen dan harga di tingkat konsumen menjadi masalah besar.

WOW, Pedagang Perantara Beras Nikmati Untung Rp 186 Trilun Setahun, KPPU Bakal Bertindak
WARTAKOTA
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan, selama ini jurang perbedaan harga beras yang tinggi antara harga di tingkat petani produsen dan harga di tingkat konsumen menjadi masalah besar.

Anehnya keuntungan di balik disparitas harga itu lebih banyak dinikati pedagang perantara yang jumlahnya mencapai Rp186 triliun dan mendorong KPPU untuk memangkasnya.

"Ini yang menjadi masalah saat ini karena ada pedagang perantara yang mendapat keuntungan lebih besar dan membuat harga beras di tingkat pengecer juga tinggi," jelas Ketua KPPU, Syarkawi Rauf, di Makassar, Minggu.

Dijelaskannya, di tingkat petani beras dijual dengan harga Rp7.500 per kilogram. Sedangkan di tingkat konsumen atau masyarakat harganya mencapai Rp10.500 per kilogram.

Dari posisi harga di dua tingkat itu terlihat bahwa selisih harga beras di tingkat petani dan masyarakat mencapai Rp3.000.

Nilai selisih inilah yang menurut Syarkawi akan menjadi fokus KPPU untuk memangkasnya agar konsumen beras atau masyarakat mendapatkan harga lebih murah.

Harga beras di Indonesia diketahui cukup mahal, bahkan dibandingkan dengan harga beras di negara-negara tetangganya di ASEAN.

Baca: Cegah Paham Radikal, Ini Usulan Sistem Kurikulum Tepat Menurut Menteri Sosial

Baca: Sudah Serahkan 99 Dokumen Bukti, Hari Ini Putusan Sidang Praperadilan Hary Tanoe

Baca: VIRAL. Lagi, Sopir Taksi Lakukan Sweeping. Nyaris Baku Hantam di Nagoya Hill

Halaman
12
Tags
beras
KPPU
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help