TribunBatam/
Home »

Video

ALAMAK! Pria Ini Beli Ikan Lohan Jutaan Rupiah Hanya untuk Digoreng: Super Lezat!

Catatan menyertai tulisan tersebut mengatakan, ikan itu "lezat, manis dan lezat". "Sajikan panas langsung dari panci, ikan goreng super lezat"

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, IPOH - Ikan lohan termasuk ikan akuarium bernilai tinggi di dunia.

Harga ikan berukuran besar dan berwarna emas kemerah-merahan serta memiliki punuk di dahinya ini harganya bisa mencapai jutaan bahkan puluhan juta rupiah 

Ikan yang juga bernama flowerhorn ini, bagi sebagian masyarakat Tionghoa, dipercaya sebagai ikan keberuntungan sehingga banyak yang memeliharanya.

Namun, kelakuan seorang pria Malaysia ini menimbulkan kontroversi di negara tersebut.

Pria ini membeli ikan lohan seharga RM 2.845 atau sekitar Rp 8,8 juta hanya untuk digoreng.

Seperti diberitakan The Straits Times, pria ini bernama Muhammad Firdaus Othman, membeli ikan itu dari temannya Selasa (11/7/2017) lalu.

Namun, Firdaus bukan untuk dipelihara, melainkan dipotong, kemudian membumbuinya dengan kunyit.

Sebuah video yang diposkan di halaman Facebook pria tersebut menunjukkan bahwa dia memotong punuk di kepala, yang menurutnya "tidak lain hanyalah lemak".

Foto yang dipajang di halaman tersebut juga menunjukkan dia mencuci ikan, bersamaan dengan produk jadi, lohan goreng yang cokelat keemasan.

Sebuah catatan yang menyertai tulisan tersebut mengatakan bahwa ikan itu "lezat, manis dan lezat". "Sajikan panas langsung dari panci, ikan goreng super lezat."

Pria berusia 28 tahun dari Ipoh mengatakan bahwa dia tidak mempercai hal-hal yang aneh tentang ikan tersebut seperti yang dipercayai orang lain.

"Ikannya rasanya seperti nila tapi lebih bagus. Sejauh ini, teman-teman saya dan saya belum memiliki efek samping makan ikan ini," kata pengusaha otomotif tersebut.

Tentu saja postingan Firdaus ini langsung ramai. Video ini bahkan sudah dibagikan lebih 23.000 kali dan menimbulkan pro dan kontra di kalangan netizen.

Apa jawaban Firdaus?

"Ikan adalah jenis makanan. Tampilan yang hidup dan indah itu tidak berarti Anda tidak bisa menyantapnya," katanya.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help