Pengawalnya Ditembak Pemberontak Komunis. Presiden Duterte Perpanjang Masa Darurat Militer

Insiden itu terjadi tepat sehari setelah pemberontak komunis itu mengeluarkan ancaman bahwa mereka akan melakukan serangan

Pengawalnya Ditembak Pemberontak Komunis. Presiden Duterte Perpanjang Masa Darurat Militer
VOA
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte (kiri tengah) mengenakan topi dan membawa senapan, berjalan bersama anggota tentara. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MANILA - Empat pengawal Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menderita luka-luka akibat ditembak oleh terduga pemberontak komunis, Rabu (19/7/2017).

Insiden itu terjadi tepat sehari setelah pemberontak komunis itu mengeluarkan ancaman bahwa mereka akan melakukan serangan, demikian dilaporkan kantor berita Perancis, AFP.

Duterte tidak berada dalam konvoi para penggawalnya itu ketika orang-orang bersenjata melepaskan tembakan yang menarget dua kendaraan Pasukan Keamanan Presiden di sepanjang jalan raya di Mindanao, Filipina selatan.

Baca: DUTERTE MARAH! Ancam Makan Hidup-hidup Anggota Abu Sayyaf yang Bunuh Pelaut Vietnam

Baca: Diguncang Gempa Susulan Usai Gempa 6,5 SR Bikin Panik Warga Filipina

Seorang pejabat militer menyalahkan Tentara Rakyat Baru – sayap Partai Komunis Filipina yang memiliki 4.000 orang anggotanya – atas serangan tersebut.

"Ini adalah bagian seruan nasional mereka kepada kelompok bersenjata lainnya untuk menentang darurat militer dengan melancarkan serangan intensif terhadap pasukan pemerintah," kata Brigadir Jenderal Gilberto Gapay, perwira senior militer di Mindanao, kepada stasiun radio DZBB di Manila.

Baca: Penerjun Payung Ini Tewas Karena Sengaja Tak Buka Parasut. Tinggalkan Pesan Video ke Istri

Duterte telah meminta anggota parlemen untuk memperpanjang masa darurat militer di Mindandao, Filipina selatan.

Perpanjangan diinginkan Duterte karena batas waktu darurat militer fase pertama yang telah berjalan dua bulan mendekati akhir tanpa, sementara itu tak ada tanda-tanda pertempuran segera berakhir di Marawi.

Marawi, kota berpenduduk sekitar 200.000 jiwa di Mindanao, Filipina selatan, dijuluki “kota Muslim” karena mayoritas penduduknya pemeluk Islam. Mindanao sendiri berpenduduk 20 juta jiwa.

Kota di negara berpenduduk mayoritas Katoli itu dikuasai kelompok Maute, sayap kelompok teror Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) sejak 23 Mei 2017.(*)

* Berita ini juga tayang di KOMPAS.com dengan judul Empat Pengawal Duterte Terluka akibat Ditembak Pemberontak Komunis

Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved