TribunBatam/

Gara-gara Tak Dikasih Uang, Pria Ini Bunuh Orangtua dan Tiga Anaknya. Tetangga Juga Jadi Korban

Hal itu terjadi karena kedua orangtuanya itu menolak memberikan dia uang, demikian disampaikan pengadilan khusus kota Quijing dalam sebuah pernyataan

Gara-gara Tak Dikasih Uang, Pria Ini Bunuh Orangtua dan Tiga Anaknya. Tetangga Juga Jadi Korban
JITET KOESTANA/Kompas.com
Ilustrasi Pembunuhan. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Seorang pria mengaku bersalah telah membantai 19 orang dan tiga anaknya, dalam sidang di pengadilan Quijing, China barat daya, Rabu (19/7/2017).

Kantor berita Perancis, AFP, melaporkan, setelah kembali ke desa di kampung halamannya di Provinsi Yunnan pada 28 September 2016, terdakwa Yang Qingpei membantai ayah dan ibunya.

Hal itu terjadi karena  kedua orangtuanya itu menolak memberikan dia uang, demikian disampaikan pengadilan khusus kota Quijing dalam sebuah pernyataan. 

Khawatir akan terungkap, Yang kemudian membantai 17 orang tetangganya sendiri dan melarikan diri ke ibu kota provinsi Kunming, demikian pernyataan pengadilan.

Baca: TERUNGKAP! Pencatut Nama Presiden Cari Sumbangan Ternyata Orang Afrika. Ini Identitasnya

Baca: HEBOH! Warga Diterkam Buaya Saat Mandi. Jasadnya Diantar Keesokan Harinya

Dari laporan itu diketahui, dia membunuh 17 orang tetangganya, dua orangtua, dan tiga anaknya. Yang menghabisi nyawa para korbannya dengan menggunakan beliung. 

Yang, pria yang lahir pada 1989 itu, mengaku bersalah atas seluruh dakwaan dan meminta maaf kepada keluarga para korban. 

Pengadilan menunda sidang pada Rabu sore untuk memutuskan vonis terhadap terdakwa.

Baca: Beginilah Kisah Cinta Kakek 58 Tahun dengan Gadis 18 Tahun, dari Segelas Kopi ke Pelaminan

Sekalipun pembunuhan massal jarang terjadi, namun kejahatan disertai kekerasan di China meningkat dalam dekade ini seiring peningkatan ekonomi dan kesenjangan antara kaya dan miskin.

Kajian juga mendeskripsikan peningkatan prevalensi gangguan kejiwaan, beberapa di antaranya terkait dengan stres.(*)

Editor: nandarson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help