TribunBatam/

Mustika Rasa

Segarnya Sambal Pencok Berpadu Ayam Goreng ala Bandung+ Café

Pencok bisa diartikan sebagai sambal yang diolah dari bahan-bahan segar dan rasa segarnya tetap terjaga.

Segarnya Sambal Pencok Berpadu Ayam Goreng ala Bandung+ Café
TRIBUNBATAM/ANDRIANI
Mustika Rasa 

MENDENGAR nama Bandung+ Café, pastinya sudah terbayang bahwa tempat makan ini pastinya menyajikan aneka hidangan khas Sunda, Jawa Barat. Ya, benar sekali!

Kamu yang berasal dari Jawa Barat pun bisa langsung merasakan kembali kuliner kampung halaman di kafe ini.
Bahkan, sambil bersantap, bisa sekaligus foto season di booth yang disediakan.

Boot fotonya dibuat ala-ala berada di tengah sawah lengkap dengan saung bambu kecil dan beragam perlengkapan milik petani seperti cangkul, topi capil, baki anyaman bambu, keranjang bambu, dan lainnya.

Soal menu, sajian Bandung+ Café memang sangat original Sunda, di antaranya Nasi Tuktuk, Nasi Ayam Pencok, Nasi Ayam Bakar, Nasi Timbel, Seblak, Cilok dan lainnya.

Salah satu menu paling diminati di sini adalah Nasi Ayam Pencok.

Pencok bisa diartikan sebagai sambal yang diolah dari bahan-bahan segar dan rasa segarnya tetap terjaga.

"Pencok itu identik dengan bawang putih dengan kencurnya. Jadi tidak hanya ayam, tetapi bisa pakai lauk lain misalnya ikan asin, tempe tahu, ataupun telur,"ungkap Yanis Pehan, pemilik Bandung+ Café.

Untuk memasak Ayam Pencok ini, ayam yang sudah dibumbui dan diungkap, digorreng hingga matang. Ayam ini disajikan dengan sambal pencok yang diolah dari cabai rawit, kencur, bawang putih, terasi, potongan kacang panjang, dan kemangi.

Semua bahan sambal diulek mentah tanpa ada yang dimasak terlebih dahulu, kecuali terasi yang dibakar. Rasanya memang sangat segar terutama kacang panjang dan kemangi serta kencurnya. Rasa pedas sambal ini, bisa disesuaikan sesuai dengan selera masing-masing.

"Selain bisa jadi sambal, Ayam Pencok ini juga bisa urapan karena sudah ada dua jenis sayuran di dalamnya," tambah Yanis.

Halaman
12
Penulis: andriani
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help