TribunBatam/

Kasus 550 Ton Tekstil Ilegal, Polda Kepri Bidik Ali Pakai UU Ini. Begini Dalih Kapolda!

Kasus 550 Ton Tekstil Ilegal, Polda Kepri Bidik Ali Pakai UU Ini. Begini Dalih Kapolda!

Kasus 550 Ton Tekstil Ilegal, Polda Kepri Bidik Ali Pakai UU Ini. Begini Dalih Kapolda!
TRIBUNBATAM/EKO SETIAWAN
Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Penyidik Ditkrimsus Polda Kepri, masih terus mendalami keterlibatan pihak lain pada kasus dugaan penyeludupan sebanyak 550 ton tekstil ilegal yang ditangkap Jumat (28/7/2027) petang.

Baca: Terpaksa Murid Masih Numpang, Wacana Gedung SDN 008 Batuaji Belum Kelar!

Baca: Hore! Warga Bintan Pesisir Semringah, Dapat Duit Sejuta Dari Kemensos!

Baca: BUP Batam Ditunjuk Pungut Retribusi Labuh Tambat, Tunggu SK dan Pergub Tentang Juklak!

Kapolda Kepri Irjend Pol Sam Budigusdian saat ditanyai kelanjutan kasus Minggu (30/7) menjelaskan, kasus tersebut sudah gelar perkara. "Dari hasil gelar perkara, pemilik tekstil ilegal itu memang menyalahi aturan Undang-undang Perdagangan RI,'' kata Sam.

Undang-undang yang dimaksud Kapolda adalah, Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Pada UU ini katanya, Ali alias Aliang sebagai pemilik membeli produk itu dari China menggunakan perusahaan legal. "Seolah-olah benar yang ia lakukan," katanya.

Pada hal kata Kapolda, dalam gelar perkara, Ali hanya menggunakan jasa mengimpor. Setelah ketika sampai di Batam dan menjual kembali, tidak memenuji regulasi yang diatur perundang-undangan perdagangan yang ia maksud. Tak tertutup kemungkinan, penggelapan pajak dalam kasus ada.

"Makanya, selain gelar perkara kemaren, penyidik kami juga mendalami adminitrasi yang diduga disalahgunakan," katanya. Sementara lanjut Kapolda, sudah dua saksi dari perusahaan Ali bekerja. Ketika ditanya apakah ada potensi keterlibatan pihak lain dan menjadi tersangka? Kapolda menyatakan bisa terjadi.

Karena pengiriman tekstil sebanyak itu, pasti dibtuhkan jasa orang lain. Yang kemudian doartikan bersama-bersama melakukan kejahatan. Dan hal ini imbuhnya, sudah dilarang undang-undang dan pada pasal 55 KUHP. "Tapi itu semua kan perlu pendalaman lebih jelas. Tidak bisa dini kami jawab ada atau tidak," tambahnya.

Sementara barang bukti berupa kontainer berisi tektstil masih diletakan di gudang milik Ali di Mitra Raya. Dan sudah dipasang police line agar tidak dapat disentuh orang lain selama dalam pengawasan penyidik. (*)

Sebagian barang bukti lain seperti nota-nota pengiriman dan pemesanan, sudah disita dan dibawa ke Mapolda untuk bahan lidik.

Kapolda mengatakan, wilayah Kepri yang berpulau-pulau tidak bisa dipungkiri kerap dimanfaatkan pelaku penyeludup barang masuk ke Batam maupun ke sejumlah daerah sekitarnya. (*)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help