Dua Pria Ini Jadi Tersangka Terkait MA yang Dibakar Hidup-hidup di Bekasi. Ngaku Ikut Tendang Korban

MA dibakar hidup-hidup lantaran dituding mencuri amplifier di Mushola Al-Hidayah di Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu

Dua Pria Ini Jadi Tersangka Terkait MA yang Dibakar Hidup-hidup di Bekasi. Ngaku Ikut Tendang Korban
Kompas.com/Akhdi Martin Pratama/IST
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/8/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Polisi telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus pembakaran terhadap MA.

MA dibakar hidup-hidup lantaran dituding mencuri amplifier di Mushola Al-Hidayah di Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu.

"Dua saksi sudah ditetapkan menjadi tersangka. Inisialnya NNH dan SH," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/8/2017).

Argo menjelaskan, SH dan NNH terbukti ikut mengeroyok MA. Pihaknya masih memburu pelaku yang membakar MA.

Istri dari almarhum MA yang dibakar hidup-hidup diduga melakukan pencurian amplifier mushala, Siti Zubaidah, saat ditemui di kediamannya Kampung Jati, Desa Cikarang Kota, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis (3/8/2017).
Istri dari almarhum MA yang dibakar hidup-hidup diduga melakukan pencurian amplifier mushala, Siti Zubaidah, saat ditemui di kediamannya Kampung Jati, Desa Cikarang Kota, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis (3/8/2017). (KOMPAS.COM/Anggita Muslimah)

Baca: Kalaupun Suami Saya Mencuri, Enggak Harus Dibakar, Dia Bukan Hewan

Baca: NGERI! Dituduh Curi Ampli Masjid, Pria Ini Tewas Dibakar Massa. Ternyata Korban Salah Sasaran

"NNH ini perannya menendang diperut korban sebanyak 1 kali dan di punggung 2 kali, SH dia menendang punggung 2 kali.

Kami masih kembangkan pelaku lain baik itu yang membawa bensin dan korek sedang kita kejar," kata Argo.

Argo mengatakan dua pelaku tersebut dijerat Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara.

MA dikeroyok dan dibakar hidup-hidup oleh massa karena dituduh sebagai pelaku pencurian amplifier milik Mushala Al Hidayah di Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi pada Selasa (1/8/2017) lalu.

MA awalnya akan dibawa ke balai desa untuk diamankan. Namun, jumlah warga yang ingin mengamankan MA kalah banyak dengan massa yang ingin menghakiminya.(*)

Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved