Historia

Terungkap! Inilah Kisah Heboh Orang-orang Tionghoa dalam Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya!

Terungkap! Inilah Kisah Heboh Orang-orang Tionghoa dalam Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya!

Bombastis.com
Tentara Keamanan Rakjat Chungking 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM-Tak hanya pribumi, pertempuran 10 November 1945 di Surabaya juga melibatkan orang-orang Tionghoa.

Baca: Bikin Merinding! Inilah Kisah Menegangkan Dokter Militer Saat Pembebasan Irian Barat!

Baca: Bikin Merinding! Detik-detik Jelang Eksekusi: Permintaan Terakhir Terpidana Mati Bikin Kuduk Berdiri

Baca: Beredar Tulisan Biodata Kasino Warkop Semasa Hidup, Isinya Bikin Gemas dan Ngakak!

Baca: Pawai Obor Tahun Baru Islam di Bintan Spesial. Hadir Bupati Sumenep, Ini Keistimewaannya!

Selain mengabarkan melalui radio kemunitasnya menggunakan bahasa Inggris, mereka warga etnis Tionghoa di Surabaya juga turun di medan laga dalam wadah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Chungking.

Bersama laskar-laskar lainnya seperti Hizbullah, Tentara Keamanan Rakjat, Sabilillah, dan Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia pimpinan Bung Tomo, TKR Chungking bahu membawa mengusir NICA dari tlatah Surabaya.

Dalam buku Tionghoa Dalam Sejarah Kemiliteran: Sejak Nusantara sampai Indonesia yang ditulis Iwan Sentosa, dalam pertempuran terbesar pasca-proklamasi ini, TKR Chungking membawa bendera Kuo Ming sebagai identitasnya.

Berbeda dengan laskar-laskar yang lain, TKR Chungking sudah menggunakan Fritz Helmet yang digunakan pasukan Jerman, lengkap dengan senapan Karaben (Kar) 98-K yang didapatkan dari Nazi Jerman pada 1930-an.

Pada hakikatnya, kemerdakaan yang diproklamirkan oleh Sukarno dan Hatta di Menteng, Jakarta Pusat, tak hanya dinantikan oleh Pribumi, tapi juga oleh warga Tionghoa.

Bagaimanapun juga, mereka mengalami masa-masa sulit selama masa kolonialisasi.

Nah, ketika Indonesia coba direbut kembali oleh Belanda—melalui NICA—orang-orang Tionghoa tidak mau tinggal diam. Mereka memilih berjuang bersama, salah satunya dengan membantu TKR Chungking.

TKR Chungking bukan laskar yang sembarangan.

Masih dalam buku yang sama disebutkan bahwa laskar ini sukses membuat tentara NICA kesulitan—terlebih karena laskar ini memiliki senjata yang mumpuni juga kemampuan perang yang di atas rata-rata laskar-laskar lainnya.

Selain tergabung dalam front-front depan, TKR Chungking yang dipimpin oleh Tse An Hui, juga terlibat dalam memberi bantuan medis.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved