Kasus Kepala Puskesmas Moro, Modus Palsukan Invoice Pembelian Obat di Batam. Ini Apoteknya!

Kasus Kepala Puskesmas Moro, Modus Palsukan Invoice Pembelian Obat di Batam. Ini Apoteknya!

Kasus Kepala Puskesmas Moro, Modus Palsukan Invoice Pembelian Obat di Batam. Ini Apoteknya!
TRIBUN BATAM/YAHYA
Kepala Puskesmas Moro, dr Ridwan saat proses penitipan tahan di Rutan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun oleh Kecabjari Moro, Rabu (18/10/2017) 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN-Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Karimun, Rachmadi memastikan pihaknya tidak akan memberikan bantuan hukum berupa pendampingan pengacara kepada mantan Kepala Puskesmas Moro, dr Ridwan dan bendahara Ade Agus Suharman.

Baca: BREAKINGNEWS: Kepala Puskesmas Moro Ditahan Jaksa, Ini Dugaan Kasusnya!

Baca: BREAKINGNEWS: Kasus Penggelapan Sabu Barang Bukti, Kejari Pinang Segera Tahan 6 Polisi Ini!

Baca: Mengejutkan! Begini Wajah Ketiga Anak Jokowi Waktu Kecil, Kahiyang Memang Cantik dari Kecil!

Baca: Heboh! Menyamar Jadi PSK, Kapolsek Cantik Ini Dapat Kenaikan Pangkat. Langsung Promosi Jabatan!

"Tidak karena aturan tidak membolehkan kalau tersandung kasus korupsi. Kalau perdata baru boleh," kata Rachmadi kepada Tribun Batam, Kamis (19/10/2017) sore.

Ridwan dan Ade ditahan Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun cabang Moro, Rabu (18/10/2017) siang.

Itu setelah keduanya diduga terlibat dalam kasus korupsi dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan ke Puskesmas Moro tahun 2015-2016.

Keduanya disangkakan telah mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 466 juta lebih dari total anggaran Rp 1,2 miliar lebih.

Keduanya diduga merekayasa laporan pertanggungjawaban seperti memalsukan invoice pembelian obat di Apotek 24, Batam.

Halaman
12
Penulis: Rachta Yahya
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help