BATAM TERKINI

Setelah Batam Berstatus KEK, Apakah Fasilitas FTZ Dihilangkan? Ini Kata Wali Kota

Setelah Batam Berstatus KEK, Apakah Fasilitas FTZ di luar wilayah KEK bakal dihilangkan? begini penjelasan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

Setelah Batam Berstatus KEK, Apakah Fasilitas FTZ Dihilangkan? Ini Kata Wali Kota
DOK TRIBUNBATAM
Wali Kota Batam HM Rudi 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Wali Kota Batam, Rudi mengungkapkan, terkait transformasi Free Trade Zone (FTZ) Batam ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)., fasilitas FTZ di luar KEK tak akan hilang.

"Hari inikan FTZ menyeluruh di Batam. Kalau jadi KEK, wilayahnya saja yang berubah. Fasilitas FTZ tak dihilangkan tetap jalan terus. Ini supaya ada wilayah kerja yang terbagikan," kata Rudi, Rabu (25/10) di Swissbel Harbour Bay Hotel.

"Pengawasannya juga gampang. Kalau masuk KEK, masuk 10, keluar juga harus 10. Kalau tak, kena denda," sambung dia.

Dalam hal ini, Rudi mengatakan pihaknya komitmen untuk transformasi FTZ ke KEK. Komitmen itu ditunjukkan dengan kesiapan pihaknya menyerahkan segala perizinan terkait investasi kepada BP Batam.

"Kami ditanya Pak Menko. Kalau jadi KEK, nanti pak Wali siap tak serahkan izinnya? Saya katakan saya siap. Prinsipnya bagaimana pertumbuhan ekonomi 7 persen dalam 2 tahun ini bisa dicapai," ujar dia.

Sementara itu, menyoal transformasi FTZ Batam ke KEK yang membutuhkan biaya besar, Kepala BP Batam Lukita mengatakan, pihaknya sudah berbicara dengan Dirjen Bea dan Cukai, sehingga tak perlu lagi ada batasan fisik semisal pagar. Termasuk juga tak ada pemaksaan untuk relokasi pemukiman masyarakat yang berada di sekitar KEK.

"Itu untuk meminimalisir biaya. Memang pernah ada yang mengatakan butuh biaya besar kalau jadi KEK, tapi kami tidak melakukan itu," kata Lukita.

Baca: Setelah Kantor DLH, Giliran Kantor PT Telaga Biru Semesta Digeledah Polisi

Baca: Tawarkan 12 Macam Fasilitas dan Insentif, Lukita Siap Ubah FTZ Jadi KEK

Baca: Ingin Fokus Kembangkan Ekonomi, BP Batam Bakal Bagi Tugas dengan Pemko

Lantas bagaimana dengan KEK di Rempang Galang? Lukita mengatakan soal KEK di Relang, memang ikut dibahas dalam rapat bersama anggota Dewan Kawasan. Arahnya, kata mantan Sekretaris Menko Perekonomian itu ada di Pemerintah Daerah.

"Kami ingin bekerjasama dengan Pemko. Kalau ada swasta yang tertarik, silakan," ujar dia.

Pada kesempatan itu, Lukita memberi contoh penerapan KEK di Lhoksumawe, Aceh. Di situ, pemerintah daerahnya bersama swasta melakukan konsorsium dalam penerapan KEK.

Senada dengan Lukita, Rudi mengatakan pihaknya siap mendukung apapun yang berkaitan dengan KEK, khususnya di Relang.

"Apa yang menjadi kepentingan KEK akan kami berikan. Kalau memang mau KEK, kasih sajalah. Intinya, bagaimana Batam bisa maju ke depannya," kata Rudi. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved