BATAM TERKINI

Molor 2,5 Jam! Tamu Undangan Sudah Ramai, Tapi Anggota Dewan Banyak Tak Kelihatan! Kenapa?

Molor! Lagi-lagi pemandangan itu yang terjadi di ruang paripurna DPRD Kota Batam, Senin (30/10/2017).

Molor 2,5 Jam! Tamu Undangan Sudah Ramai, Tapi Anggota Dewan Banyak Tak Kelihatan! Kenapa?
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Molor! Lagi-lagi pemandangan itu yang terjadi di ruang paripurna DPRD Kota Batam, Senin (30/10/2017). Bukan sekali, namun sudah kesekian kalinya dalam beberapa bulan terakhir ini.

Padahal tamu undangan sudah pada berdatangan, dan memenuhi kursi yang sudah disediakan. Sebut saja tamu dari perwakilan BP Batam, yang diwakili Tri Novianta Putra, Imigrasi, dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kota Batam.

Namun anggota dewan sepi. Hanya terlihat beberapa orang yang masih duduk di tempatnya sekitar pukul 15.30 WIB.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad pun, yang semula akan menghadiri rapat paripurna dengan agenda laporan Bapperda atas penyusunan daftar urutan dan prioritas propemperda tahun 2018, sekaligus pengambilan keputusan, undur diri. Dia selanjutnya digantikan Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin.

Rapat paripurna itu sesuai jadwal mestinya digelar pukul 14.00 WIB. Namun baru dimulai kembali sekitar pukul 16.30 WIB. Alias molor 2,5 jam. Menurut informasi, penundaan dilakukan karena masih diadakan rapat pimpinan di tingkat internal DPRD Kota Batam.

Baca: Gagal Bunuh Diri, Bocah 12 Tahun Ini Justru Sebabkan Orang Lain Tewas

Baca: Masih Berstatus Saksi, Horjani Ungkap Alasan Unggah Foto Soerya Respationo di Facebook

Baca: ASTAGA! Pengacara Ini Sebut Wanita Pakai Celana Jins Layak Diperkosa

"Belum selesai rapatnya. Saya ke kantor dulu," kata Amsakar sesaat akan meninggalkan Gedung DPRD Kota Batam.

Sementara itu, sekitar pukul 16.30 WIB, pimpinan rapat Zainal Abidin membuka rapat paripurna, dilanjutkan dengan penyampaian laporan dari Ketua Badan Pembuatan Peraturan Daerah (Bapperda) Kota Batam, Sukaryo.

Dikatakan, ada 24 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang menjadi prioritas pihaknya pada 2018 mendatang. Semester pertama terdiri dari 14 ranperda, kemudian semester kedua sebanyak 10 ranperda.

"Untuk semester pertama diantaranya Ranperda Bea Gerbang atas Jasa Pengelolaan Sampah, Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima, Pembangunan Infrastruktur Berbasis Pemberdayaan Masyarakat, Pertanggungjawaban Pelaksana APBD Batam Tahun 2017 dan Pengaturan Komponen Pembiayaan Sekolah Swasta," kata Sukaryo.

Sedangkan di semester kedua, di antaranya Ranperda Pemakaman, Penyelenggaraan dan Pengelolaan Perpustakaan, Sistem Pelatihan dan Peningkatan Produktivitas Kerja, Penyelenggaraan Ruang Terbukan Hijau, Rukun Tetangga dan Rukun Warga atau Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan dan Ranperda APBD Batam Tahun 2019.

Dari 24 ranperda itu, dikatakan ada delapan ranperda yang diusulkan DPRD Kota Batam. Selebihnya dari Pemerintah Daerah.

"Pengusulnya ada yang dari DPRD Kota Batam sendiri, ada dari Pemerintah Daerah. Seluruh anggota sudah setuju untuk pembahasan dan pengesahannya," ujar dia. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved