BATAM TERKINI

Industri Galangan Kapal Sedang 'Mati Suri' UMK Bakal Naik Lagi. Apa Kata Pengusaha?

Pengusaha galangan kapal di Batam angkat bicara terkait rencana kenaikan UMK tahun 2017 yang akan dilakukan saat usaha mereka sedang 'mati suri'

Industri Galangan Kapal Sedang 'Mati Suri' UMK Bakal Naik Lagi. Apa Kata Pengusaha?
Tribun Batam/Ian Sitanggang
Ilustrasi galangan kapal 

TRIBUNBATAM,id. BATAM - Pengusaha yang bergerak di bidang Galangan kapal yang ada di Batam, tidak bisa bicara banyak mengenai rencana kenaikan UMK  oleh Pemerintah Kota Batam, melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Selasa (31/10/2017).

"Saat ini kondisi Galangan Kapal di Batam, bisa dikatakan semuanya sedang mengalami mati suri, jika UMK naik lagi tidak tahu seperti apa jadinya nantinya Perusahaan Galangan Kapal di Batam, pasalnya UMK di Perusahaan Galangan Kapal jauh lebih besar dibanding perusahaan non galangan kapal," kata Yasno, pengusaha galangan kapal di Batam.

Yasno, mengatakan Pemerintah provinsi dan pemerintah kota Batam, memiliki kebijakan tetapi dalam membuat kebijakan Pemerintah juga harus melihat dua sisi di mana jangan kebijakan tersebut memberatkan pengusaha begitu juga jangan merugikan masyarakat.

Baca: Taksi Online Resmi Beroperasi di Batam, Ratusan Sopir Taksi Konvensional Kepung Kantor Wako

Baca: Kampung Tanjungundap Terpilih Sebagai Kampung KB 2017. Ini Alasannya

Baca: CATAT! Ini Aturan Main dan Cara Registrasi Kartu SIM Prabayar. Jangan Sampai Salah!

Baca: Wanita Ini Pingsan Lihat Video Mesum di Ponsel Suaminya. Saat Tahu Wajah Perempuannya Langsung Syok

"Kita tidak bisa bicara banyak, kita hanya bisa berharap pemerintah bisa membuat kebijakan yang tidak saling memberatkan,"kata Yasno.

Yasno, mengatakan dengn kondisi galangan kapal yang saat ini sedang mengalami mati suri tidak layak sebernya menaikkan UMK, namun hal tersebut sudah menjadi kebijakan pemerintah."Jadi semuanya kembali kepada pemerintah,"kata Yasno. (*)

*Baca berita terkait di Tribun Batam edisi cetak, Rabu 1 November 2017

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help