TribunBatam/

Motion

Komunitas Petani Pisang, Mengolah Pisang Jadi Tepung dan Pempek

Masyarakat di desa ini telah membentuk komunitas petani pisang. Tidak hanya satu kelompok, tetapi sudah ada empat.

Komunitas Petani Pisang, Mengolah Pisang Jadi Tepung dan Pempek
TRIBUN/SEPTYAN MULIA ROHMAN
Motion 

SELAIN terkenal dengan hasil lautnya yang melimpah, Kabupaten Kepulauan Anambas juga memiliki banyak potensi alam lainnya yang belum tergali.

Satu di antaranya adalah hasil pertanian pisang yang ada di Desa Telaga Kecamatan Siantan Selatan.

Masyarakat di desa ini telah membentuk komunitas petani pisang. Tidak hanya satu kelompok, tetapi sudah ada empat komunitas yang ada di desa Telaga.

Keempat kelompok ini menggarap lahan pertanian seluas 74 hektare dengan anggota sebanyak 37 orang.

Menurut Pj Kepala Desa Telaga Khaidir, pertanian pisang yang dikembangkan warga di sini, sebagian sudah turun temurun dari orangtua mereka. Sebagian lainnya juga ada yang tanaman baru.

Awalnya, pisang-pisang yang dihasilkan dari kelompok tani ini hanya dipasarkan sekitar desa dan para pelaut yang singgah dari Sumatera maupun Jawa.

Pisang-pisang tersebut pun tidak diolah menjadi produk makanan jadi melainkan masih berupa bahan pokok.

Karena tidak diolah, harga pisang sangat murah hanya sekitar Rp 3.000 per kg. Meskipun murah, setiap panen pisang, warga mendapat pemasukan yang lumayan besar karena satu tandan pisang beratnya mencapai 35-40 kilogram.

"Terkadang, pisang yang sudah panen, bingung mau dibuat menjadi apa. Sebab, terkadang pisang itu tidak laku untuk dijual,”kata Khaidir Jumat (13/10/2017).

Kondisi teresbut membuat Khaidir berfikir untuk membuat produk olahan dari pisang sehingga harganya lebih ekonomis.

Halaman
1234
Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help