Ini Harapan Pihak CPNS yang Ditolak Pemko Batam dan Menang di Pengadilan

Penasehat hukum Amelia Lingga Rizky mengaku pihak BKPSDM Pemko Batam sudah melakukan pertemuan dengannya

Ini Harapan Pihak CPNS yang Ditolak Pemko Batam dan Menang di Pengadilan
TRIBUNBATAM.id
Orangtua dari Amelia Lingga Rizky didampingi kuasa hukumnya, ¬†menunjukan salinan putusan Kasasi Makamah Agung terkait kasus anaknya ditolak sebagai PNS Pemko Batam. 

TRIBUNBATAM,id, BATAM - Penolakan permohonan Kasasi Wali Kota Batam dan Kepala Kantor Regional XII BKN oleh Mahkamah Konstitusi membuat Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Pemko Batam menggelar pertemuan internal.

Permohonan kasasi itu terkait perkara perkara tidak dikeluarkan NIP dan tidak diakuinya Amelia Lingga Rizky sebagai CPNS Pemko Batam.

Amelia Lingga Rizky adalah peserta CPNS yang dinyatakan lolos tetapi namanya tidak terdapat dalam surat keputusan pengangkatan serta tidak memiliki Nomor Induk Pegawai (NIP).

Baca: CPNS Ini Kalahkan Wali Kota Batam di Mahkamah Agung. Begini Kronologi Kasusnya

Baca: Terkait CPNS yang Ditolak Pemko Batam dan Menang di Pengadilan, Begini Kata Bagian Kepegawaian

Baca: Pemerintah Buka CPNS 2018 Khusus Formasi Pemerintah Daerah. Ini Persyaratannya

Kepala BKPSDM Pemko Batam, M. Syahir mengatakan terkait putusan MA yang menolak kasasi Walikota Batam dan Kepala Kantor Regional XII BKN, pihaknya akan lakukan verfikasi ulang data-data yang selanjutnya diajukan ke Kantor Regional XII BKN di Pekanbaru. 

"Ya mudah-mudahan secepatnya teralisasi sesuai dengan putusan MA itu. Kita akan kirim ulang verifikasi ke Kantor Regional XII BKN sesuai dengan perintah MA dalam amar putusan," katanya. 

Sementara Zakis Syamsil Bahya, penasehat hukum dari Amelia Lingga Rizky mengaku pihak BKPSDM Pemko Batam sudah melakukan pertemuan dengannya. 

"Saat ini kita masih menunggu BKPSDM. Tadi katanya akan secepatnya mengirim data verfikasi ke Kantor Regional XII BKN di Pekanbaru untuk pengajuan NIP," katanya.

Halaman
12
Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: Abd Rahman Mawazi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help