TribunBatam/

Taksi Konvensional dan Online Sepakat Menahan Diri. Ini Penjelasan Wakapolresta Barelang

Keduanya sudah sepakat bahwa sama-sama untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan hakim sendiri, kata

Taksi Konvensional dan Online Sepakat Menahan Diri. Ini Penjelasan Wakapolresta Barelang
TRIBUNBATAM/ZABUR A
Suasana aksi sopir taksi di depan Polresta Barelang, Minggu (14/1/2018) 

TRIBUN BATAM.id, BATAM - Kubu taksi konvensional dan taksi online sepakat menahan diri sampai ada keputusan Pemerintah Provinsi Kepri dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) terkait izin operasional taksi online.

"Keduanya sudah sepakat bahwa sama-sama untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan hakim sendiri. Ya selama belum ada izin yang dikeluarkan Dishub Kepri, taksi online juga harus menunggu dan tidak boleh beroperasi mengambil penumpang," kata Wakapolresta Barelang AKBP Muji Supriadi usai memimpin mediasi kedua kubu taksi di Polresta Barelang, Minggu (14/1/2018).

Muji mengatakan untuk kasus yang terjadi di depan GGI Hotel, hanya diberi tilang kepada driver taksi online.

Baca: Cuaca Dingin Tak Pengaruh Jadwal Kapal. Warga Batam ke Singapura dan Malaysia Juga Tetap Rame!

Baca: BREAKINGNEWS: Polisi Sempat Lepas Tembakan! Driver Taksi Online dan Taksi Pangkalan Batam Ribut !

Baca: Punya 120 Jet Tempur, Ternyata Karena Alasan Ini Singapura Sering Nebeng Negara Lain

Hal ini dikarenakan izin operasional belum keluar dari Dishub Kepri.

"Taksi online juga sudah sepakat untuk tidak beroperasi sebelum ada izin dari Dishub Kepri. Begitu juga dengan taksi pangkalan, jika memang sudah miliki izin, maka tidak akan mempersoalkan lagi operasi taksi online," katanya.

Muji mengatakan kedua belah pihak juga sepakat untuk menjaga Kota Batam tetap kondusif. Selain itu juga memberi rasa aman kepada wisatawan yang datang.

"Pemerintah lagi gencar-gencarnya promosikan pariwisata Batam. Tapi disisi lain pelaku tarnsportasi di Batam selalu ribut. Bagaimana wisatawan mau datang sementara sopir taksinya ribut terus," katanya.

Dia berharap dengan kesepakatan ini, kedua kubu bisa menahan diri dan menunggu kebijakan pemerintah atas izin yang akan dikeluarkan.

"Mari kita sama-sama jaga Kota Batam. Ayo dukung pemerintah untuk memajukan pariwisata Batam," katanya.(bur)

Penulis: zabur_anjasfianto
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help