KISAH Pigcasso, Babi yang Diselamatkan dari Rumah Jagal. Dia Jago Melukis, Harga Karyanya pun WOW

Seekor babi yang diselamatkan dari rumah jagal ternyata pandai melukis dan segera menggelar pameran tunggal.

KISAH Pigcasso, Babi yang Diselamatkan dari Rumah Jagal. Dia Jago Melukis, Harga Karyanya pun WOW
Caters News Agency/Mirror
Pigcasso sedang melukis disaksikan dua ekor anjing. 

TRIBUNBATAM.ID, CAPE TOWN - Seekor babi yang diselamatkan dari rumah jagal ternyata pandai melukis dan segera menggelar pamerantunggal.

Babi betina yang disebut "Pigcasso" itu dikenal dengan lukisan abstraknya.

Bahkan, beberapa lukisannya terjual hingga 3.000 poundsterling atau sekitar Rp 55 juta.

Babi ini diselamatkan dari sebuah peternakan di Afrika Selatan dalam kondisi menyedihkan saat baru berusia empat pekan.

Pada Jumat (19/1/2018), Pigcasso menjadi hewan pertama di dunia yang menggelar pameran tunggalnya di Cape Town, Afrika Selatan.

Baca: Dorothy Malone, Pemenang Oscar dan Aktris Basic Instinct Meninggal Dunia karena Hal Ini

Baca: Dikirimi Foto Bokong Seksi Teman Kencannya, Tak Lama Ben Sadar Ada Kejanggalan. Rahasia pun Terbuka

Nantinya, pameran bertajuk OINK ini juga akan digelar di London, Paris, Berlin, dan Amsterdam.

Joanne Lefson, yang menyelamatkan Pigcasso dan membantu hewan itu menemukan bakat seninya, menyebut babi tersebut sebagai hewan cerdas.

Pigcasso sedang melukis disaksikan dua ekor anjing.
Pigcasso sedang melukis disaksikan dua ekor anjing. (Caters News Agency/Mirror)

"Dia tak berbeda dengan babi-babi lainnya. Dia cerdas dan penuh rasa ingin tahu," kata Joanne.

"Pembedanya adalah dia memiliki bakat hebat dalam melukis. Saya amat bangga dengan Pigcasso," tambah dia.

"Banyak orang tak percaya saat melihat hasil karya Pigcasso di Farm Sanctuary SA tempat dia tinggal. Mereka tak percaya seekor babi bisa menciptakan karya begitu indah," lanjut perempuan itu.

Baca: Ibu M Shock Pergoki Putrinya Video Call dengan Bertelanjang Dada. Ternyata Terjadi Hal Memilukan

Joanne berharap kemampuan unik Pigcasso ini bisa menyuarakan dan menggarisbawahi efek buruk dari peternakan terhadap perubahan iklim.

"Kami berharap bisa menginspirasi tiap orang untuk membuat pilihan untuk mengolah planet ini lebih baik," kata Joanne. (kompas.com/Ervan Hardoko)

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help