Pemerintah Amerika Serikat Shutdown! Apakah Itu? Berbahayakah Dampaknya Bagi Indonesia?

Amerika Serikat (AS) Sabtu (20/1/2018) waktu setempat resmi berada dalam kondisi penghentian layanan pemerintahan alias shutdown

Pemerintah Amerika Serikat Shutdown! Apakah Itu? Berbahayakah Dampaknya Bagi Indonesia?
foxnews
Pengumuman terkait penutupan layanan pemerintahan di Amerika Serikat 

TRIBUNBATAM.id, NEW YORK - Amerika Serikat (AS) Sabtu (20/1/2018) waktu setempat resmi berada dalam kondisi penghentian layanan pemerintahan alias shutdown.

Bagaimana dampaknya terhadap Indonesia?

Ekonom Institute for Development Economic and Finance (Indef) Bhima Yudistira Adhinegara menilai, dampak shutdown  akan kecil jika dalam waktu sebentar.

Baca: Acara Dahsyat Masih Banjir Kecaman. Artis Cantik Ini Akhirnya Bikin Video: Minta Maaf!

Baca: Presiden Jokowi Beli Motor Chopper. Menolak Diminta Coba Motor Barunya: Nggak Ah, Banyak Kamera

Baca: Ditelepon Tak Diangkat, Ternyata Pegawai Imigrasi Ini Ditemukan Sudah Meninggal di Kapal Patroli

Namun jika terjadi dalam waktu panjang, maka pemerintah Indonesia perlu menyiapkan antisipasi. Pasalnya shutdown akan mempengaruhi perekonomian AS, dan berpotensi turut berdampak pada Indonesia.

 "Perdagangan Indonesia ke AS berpotensi terganggu, sehingga kinerja ekspor sepanjang 2018 berpotensi menurun," ucap Bhima saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (20/1/2018).

Bhima menambahkan, dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017, porsi ekspor Indonesia ke AS mencapai 11,2 persen dari total ekspor. Nilainya sekitar 17,1 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 227,8 triliun.

"Pemerintah perlu mempersiapkan mitigasi risiko. Salah satunya dengan memperluas ekspor ke negara alternatif sehingga ketergantungan terhadap AS berkurang," sebutnya.

Selain berdampak ke ekspor Indonesia, menurut Bhima shutdown berkepanjangan juga bakal berdampak ke pasar keuangan.

Salah satunya adalah potensi naiknya yield surat utang yang mencerminkan kenaikan resiko serta keluarnya modal asing dari negara berkembang.

Sedangkan efek pada nilai tukar rupiah diprediksi sangat minim. Proyeksi nilai tukar rupiah sendiri masih dalam rentang terkendali pada Rp 13.350 - Rp 13.400.

" Shutdown pernah terjadi tahun 1995-1996 dan tahun 2013. Saat itu kurs rupiah hampir tidak terpengaruh. Karena sifatnya lebih temporer atau jangka pendek," ujarnya.(*)

Editor: nandarson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help