Mahkamah Internasional Selidiki 'Perang Narkoba' ala Presiden Duterte yang Tewaskan Ribuan Orang

Mahkamah Pidana Internasional akan menyelidiki dugaan pelanggaran hukum dalam perang melawan narkoba ala Presiden Duterte.

Mahkamah Internasional Selidiki 'Perang Narkoba' ala Presiden Duterte yang Tewaskan Ribuan Orang
Handout / PPD / AFP
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte 

TRIBUNBATAM.ID- Mahkamah Pidana Internasional akan menyelidiki dugaan pelanggaran hukum dalam perang melawan narkoba yang dilancarkan pemerintah Filipina.

Jaksa Mahkamah Pidana Internasional, Fatou Bensouda, mengatakan pihaknya secara khusus akan menyelidiki laporan pembunuhan yang diduga dilakukan polisi saat menggelar operasi memburu pedagang dan pengedar narkoba.

"Saya memantau kasus ini sejak 2016 ... setelah melalui pertimbangan yang mendalam, saya memutuskan untuk melakukan penyelidikan awal," kata Bensouda melalui pernyataan tertulis hari Kamis (8/2/2018).

Bensouda menyebut ribuan orang tewas sejak 1 Juli 2016 dalam perang melawan narkoba yang dilancarkan Presiden Rodrigo Duterte.

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte (AFP/ TED ALJIBE)

Presiden dituding memerintahkan pembunuhan ribuan tersangka pengedar narkoba.

Beberapa pihak mengatakan mereka dibunuh secara sewenang-wenang dan pembunuhan tersebut tidak melalui proses hukum yang semestinya.

"Menurut laporan, mereka tewas setelah terlibat bentrok dengan kelompok pengedar lain, (namun) diduga ada pula yang tewas akibat tindakan polisi yang melakukan pembunuhan tanpa didahului proses hukum," jelas Bensouda.

Baca: MESKI Jadi Presiden Tukang Tembak, Duterte Raih Kepuasan Tertinggi dalam Sejarah Rakyat Filipina

Baca: Presiden Duterte: Kalau Anak Saya Terlibat Narkoba, Tembak Mati Saja!

Pemerintah di Manila sudah mendapatkan pemberitahuan tentang penyelidikan awal ini.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help