Jaringan Togiman, Tersangka Pencucian Uang Rp 6,4 Triliun Hasil Narkoba Diciduk. Begini Modusnya

BNN kembali menjerat sejumlah tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU) hasil transaksi Narkoba.

Jaringan Togiman, Tersangka Pencucian Uang Rp 6,4 Triliun Hasil Narkoba Diciduk. Begini Modusnya
kontan
BNN gelar barang bukti narkoba jenis sabu. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA- Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menjerat sejumlah tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU) hasil transaksi Narkoba.

Pengungkapan jaringan ini berawal dari informasi hasil pemeriksaan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan ( PPATK).

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan ( PPATK), Arman Depari menyatakan transaksi TPPU yang bersumber kasus narkotika ini bersumber dari jaringan Togiman, Chandra dan kawan-kawan.

Arman mengatakan BNN mengamankan tiga tersangka utama, yakni Devi Yuliana (DY) pada (13/2), Hendri Ramli (HR) pada (12/2) dan Fredi Heronusa (FH) pada (14/2).

Baca: Bagaimana Nasib Pernikahan Dhawiya dan Muhammad yang Tertangkap Sabu? Ini Jawab Elvy Sukaesih

Baca: Satu Lagi Kapal Asing Diamankan di Perairan Kepri, Terkait Sabukah? Lantamal Segera Ekspos Perkara

Arman bilang dari hasil pemeriksaan DY, diketahui tersangka itu memiliki enam perusahaan fiktif.

Keenam perusahaan itu yakni PT. Prima Sakti, PT. Untung Jaya, PT. Dikjaya, PT. Grafika Utama, PT. Hoki Cemerlang, devi dan rekan sejahtera.

Ia mengimbuh, dalam periode tahun 2014-2016 , PT. PSS yang merupakan salah satu perusahaan fiktif milik DY telah mengirimkan dana ke luar negeri sebesar Rp 6,4 triliun, dengan 2.136 invoice fiktif.

Arman menyatakan DY menggunakan beberapa rekening milik karyawannya yang dibuat pada bank dalam dan luar negeri.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved