Tahunan 'Terlantar' di Mesir tak Bisa Masuk Al Azhar, Kini 122 Pelajar Indonesia Punya Harapan

Sebanyak 122 pelajar asal Indonesia terkatung-katung di Mesir selama beberapa tahun karena tidak bisa masuk Al Azhar

Tahunan 'Terlantar' di Mesir tak Bisa Masuk Al Azhar, Kini 122 Pelajar Indonesia Punya Harapan
Kompas.com/Mustafa Abd Rahman
Sejumlah mahasiswa Indonesia bersama pimpinan KBRI Kairo dan Al Azhar di kompleks Asrama Indonesia di Kairo, Mesir, Selasa (12/9/2017) 

TRIBUNBATAM.id, KAIRO-  Sebanyak 122 pelajar asal Indonesia terkatung-katung di Mesir selama beberapa tahun karena tidak bisa masuk Al Azhar.

Mereka datang antara tahun 2013-2016. Setelah sekian tahun terkatung-katung di Mesir, akhirnya mereka akan mengikuti tes khusus untuk bisa masuk universitas Al Azhar.

Tes khusus dilaksanakan Kementerian Agama RI pada 19 dan 20 Maret 2018 di KBRI Kairo.

Keputusan digelar tes khusus tersebut, merupakan hasil pembicaraan antara Rudy Ambari (Kasi Bina Kelembagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam/PTKIS) Kemenag RI dengan Duta Besar RI untuk Mesir, Helmy Fauzy, pada 3 November 2017 di Kairo.

Sebanyak 122 calon mahasiswa itu, disebut mahasiswa non-prosedural, karena berangkat ke Mesir tanpa melalui tes di Jakarta yang diselenggarakan Kementerian Agama RI.

Adapun teknis pelaksanaan tes tersebut mengacu kepada kesepakatan Focus Group Discussion (FGD) tentang Penanganan Permasalahan Pelajar Indonesia di Mesir.

Tes diselenggarakan oleh Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI di Depok pada 19 Februari 2018 lalu.

“Tes khusus ini hanya dilaksanakan sekali dan tidak boleh menjadi preseden untuk tahun-tahun berikutnya, sehingga tidak terjadi kembali praktek pengiriman pelajar Indonesia ke Mesir secara non-prosedural oleh oknum broker, tanpa mengikuti seleksi di Kemenag RI yang menyebabkan para pelajar tersebut terlunta-lunta di Mesir,” ujar Duta Besar LBBP RI di Mesir, Helmy Fauzy, Senin (5/3/2018).

Usat dugaan pidana Anggota Komisi VIII DPR RI, Khatibul Umam Wiranu di Jakarta, meminta kepolisian dan Kementerian Agama mengusut apabila ada dugaan tindak pidana trafficking dalam kasus 122 pelajar Indonesia di Mesir itu.

Dalam status facebook PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) di Mesir dijelaskan, Presiden PPMI Pangeran Arsyad Ihsanulhaq, telah menemui Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Jakarta pada pertengahan Februari lalu untuk meminta bantuan ikut menyelesaikan kasus 122 pelajar Indonesia yang terkatung-katung itu.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help