5 Kontainer Ilegal di Pelabuhan Kijang Statusnya Sudah Penyidikan, Tetapi Belum Ada Tersangka

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Tanjungpinang Arif Syafrianto SH MH ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa ada tiga SPDP 5 kontainer tersebut.

5 Kontainer Ilegal di Pelabuhan Kijang Statusnya Sudah Penyidikan, Tetapi Belum Ada Tersangka
Polisi menjaga satu dari lima kontainer ilegal di Pelabuhan Kijang, Bintan, Kamis (6/3/2018) sore. Polisi akan membongkar kontainer tersebut sampai malam. 

TRIBUNBATAM.Id, TANJUNGPINANG - Kasus lima kontainer tangkapan Polsek Bintan Timur dan Polres Bintan di Pelabuhan Pelni, Kijang, statusnya sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan oleh polisi.

Sebuah sumber menyebutkan, sudah ada Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) oleh Polres Tanjungpinang kepada kejaksaan Negeri Tanjungpinang.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Tanjungpinang Arif Syafrianto SH MH ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa ada tiga SPDP terkait lima kontainer tersebut.

"Sudah kita terima SPDP dari Polres Bintan. Ada tiga berkas SPDP. Di antaranya tentang pelanggaran Undang Undang Perdagangan, label serta SNI (Standarisasi Nasional Indonesia)," kata Arif saat ditemui di kantornya, Kamis (15/3/2018).

Saat ditanya nama tersangka dalam kasus ini, Arif menyebutkan, di SPDP itu belum ada nama tersangka dari pihak penyidik.

"Tiga-tiganya belum ada nama tersangkanya," katanya.

 Informasi yang beredar, isi lima kontainer tersebut adalah milik seorang pengusaha asal Tanjungpinang.

Arif menyebutkan, di dalam tiga SPDP disebutkan bahwa satu kontainer terdapat barang bukti minuman keras beralkohol.

Kemudian dua kontainer lagi barang-barang tanpa logo SNI dan dua kontainer lainnya berisi mesin, garmen dan masih banyak item barang ilegal tanpa dokumen sah.

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved