Langgar Izin Tinggal Terbatas, Imigrasi Karimun Amankan Tiga WNA di PT Saipem! Ini Detailnya!

Imigrasi Karimun mengamankan tiga WNA asing saat berada di PT Saipem. Ketiganya kedapatan menyalahi izin tinggal. Begini kasusnya!

Langgar Izin Tinggal Terbatas, Imigrasi Karimun Amankan Tiga WNA di PT Saipem! Ini Detailnya!
Tribunbatam/elhadif putra
Tiga WNA asing yang diduga melanggar ITAS dihadirkan saat pers rilis di Kantor Imigrasi Kelas II Tanjunbalai Karimun, Rabu (28/3/2018) 

TRIBUNBATAM.ID, KARIMUN-Tiga Warga Negara Asing (WNA) diamankan Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun di PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB), pada Selasa (27/3/2018).

Dua dari tiga WNA pria tersebut berasal Negara India, dengan inisial Vn dan SKT. Sementara satu orang lainnya yang berinisial Gdc berasal dari Australia.

Baca: Resmi Menjabat Wagub Kepri, Ini Pesan Ketua LAM buat Isdianto!

Baca: Mantan Narapidana Bisa Calonkan Diri ke DPRD Anambas Lewat Pemilu? Ini Jawaban KPUD!

Baca: Heboh! Mulan Jameela Mendadak Pamer Video Mesra Bareng Suami, Mengejutkan Aksi Dhani!

"Mereka bertiga bekerja di sebuah perusahaan swasta di Batam. Vn ini mechanical advisor, Skt sebagai quality control advisor san Gdc sebagai safety manager," terang Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Mas Arie Yuliansah melalui Kasi Infokim, Ryawanti Nurfatimah, Rabu (28/3/2018).

Dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh ketiganya adalah pelanggaran Izin Tinggal Terbatas (Itas). Pasalnya mereka adalah pemegang Itas yang dikeluarkan Imigrasi Batam dan tidak mencantumkan Karimun sebagai wilayah kerjanya.

"Dari hasil pemeriksaan sementara, ketiga tenaga kerja asing tersebut berada di PT Saipem dengan maksud melakukan meeting mewakili perusahaannya dengan PT Saipem," ujar Rya.

Ditambahkan PLH Kasi Wasdakim Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Kristian, diamankannya ketiga WNA setelah pihaknya menerima informasi di tempat pemeriksaan imigrasi mengenai kegiatan kerja yang akan mereka lakukan.

"Kita lalu menurunkan tim ke PT Saipem. Di dalam PT Saipem mereka kita temukan," ujar Kristian.

Adapun dalam pertemuan yang akan dilakukan oleh ketiga WNA tersebut lakukan adalah menawarkan katalog produk milik perusahaan tempat mereka bekerja ke PT Saipem.

"Memang saat diamankan mereka belum sempat melakukan kegiatan makanya sampai sekarang kita masih periksa," kata Kristian.

Atas dugaan pelanggaran yang mereka lakukan Kantor Imigrasi menyangkakan mereka telah melanggar Pasal 75 ayat (1) serta pasal 122 huruf a Undang-Undang Nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian,

yaitu setiap orang asing yang dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal yang diberikan kepadanya.(*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved