Curi Uang Mantan Bosnya, Pria Ini Mau Kabur ke Kampung, Tapi Keburu Ditangkap di Bandara

Kepolisian Sektor Batuaji berhasil membekuk Maulana Sultoni (21), pelaku pencurian, ketika hendak kabur ke Jakarta melalui Bandara Hang Nadim

Curi Uang Mantan Bosnya, Pria Ini Mau Kabur ke Kampung, Tapi Keburu Ditangkap di Bandara
Tersangka pencurian yang ditangkap Polsek Batuaji 

Laporan Wartawan Tribun Batam, Alfandi Simamora

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kepolisian Sektor Batuaji berhasil membekuk Maulana Sultoni (21), pelaku pencurian, ketika hendak kabur ke Jakarta melalui Bandara Hang Nadim Batam, Rabu (11/4/2018).

Maulana ini adalah mantan karyawan pengusaha bakso bernama Yatno.

Pelaku dilaporkan Yatno karena mencuri uang hasil jualan bakso miliknya sebesar Rp 14 juta.

Maulana melakukan aksinya pada Rabu pagi saat kondisi rumah bosnya sedang sepi.

Karena pria ini mengetahui persis dimana Yatno menyimpan uang, Maulana kemudian mencuri uang tersebut.

Kapolsek Batuaji Kompol Syafrudin Dalimunte menuturkan, pelaku sering dimintai tolong oleh korban untuk mengantar beberapa barang ke rumahnya di Perum Barelang, Batuaji. 

"Karena pelaku sudah sangat sering keluar masuk rumah korban, jadia dia mengetahui di mana korban menyimpan uang," kata Syafrudin saat ekspose, Kamis (12/4/2018).

Setelah korban membuat laporan. pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan mencari keberadaan tersangka.

Polisi mendapatkan infirmasi jika pelaku hendak kabur ke Jakarta sehingga polisi pun langsung mengejarnya ke Bandara Hang Nadim.

"Pelaku ini ingin kabur ke kampung halamannya di Cirebon, tetapi beberapa menit sebelum pesawat lepas landas, pelaku berhasil kita amankan," katanya.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya dan sebagian uang curian telah ia gunakan untuk membeli baju, jam tangan, tiket pesawat dan keperluan lainnya.

"Sejumlah barang yang dibelinya dari uang curian sudah kita amankan sebagai barang bukti," kata Syafrudin.

Maulana mengaku nekat mencuri karena ada rasa kesal kepada Yatno. Mantan bosnya itu sering menyindirnya saat masih bekerja bersamanya.

"Jadi, motifnya ada rasa sakit hati juga," katanya.

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved