Tersengat Demo Mahasiswa Karimun di Tanjungpinang, Kepala Dinas Energi Buka-bukaan Soal Ini!

Kepala Dinas Energi Karimun membantah tudingan mahasiswa Karimun di Tanjungpinang soal Pemkab abai kelistrikan di sana. Ini bantahannya!

Tersengat Demo Mahasiswa Karimun di Tanjungpinang, Kepala Dinas Energi Buka-bukaan Soal Ini!
TribunBatam/Wahib Waffa
Mahasiswa Karimun di Tanjungpinag berunjuk rasa menuntut Pemkab Karimun membereskan persoalan listrik, Senin (9/4/2018) 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun melalui Kadis Perdagangan, Koperasi, UKM dan Energi Sumber Daya Mineral, Muhammad Yosli membantah keras tudingan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Kabupaten Karimun (IMKK) saat unjukrasa di Tanjungpinang, Senin (9/4/2018) lalu.

Baca: Mahasiswa Karimun di Tanjungpinang Tuntut Bupati Bereskan Listrik, Ancam Demo di Karimun!

Baca: Terungkap! Golongan Darah Mencerminkan Kepribadian Anda! Golongan Darah Ini Paling Mengejutkan!

Baca: BREAKINGNEWS: Warga Galang Batang Dihebohkan Penemuan Mayat Tengah Jalan! Korban Tabrak Lari?

Dalam orasinya massa IMKK menyebutkan tidak terjadi pemerataan pembangunan di Kabupaten Karimun khususnya persoalan kelistrikan.. Mereka pun menuntut Pemkab Karimun untuk mendistribusikan listrik hingga ke pelosok-pelosok.

“Pemerintah Kabupaten Karimun tidak berpihak dengan masyarakat. Masih banyak terjadi kesenjangan. Sejumlah tempat masih banyak daerah yang belum dialiri listrik,” ujar seorang pemuda berseragam IMKK, Senin lalu.

Massa IMKK merupakan mahasiswa asal Kabupaten Karimun yang tengah mengenyam pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di Tanjungpinang. Mereka mengklaim menyuarakan aspirasi masyarakat Karimun yang hingga kini dianggap masih jauh dari sejahtera.

Muhammad Yosli mengatakan tahun 2017 rasio elektrifikasi (RE) atau perbandingan jumlah penduduk yang mendapatkan listrik terhadap total jumlah penduduk di Kabupaten Karimun yakni telah mencapai 85,62 persen dibandingkan tahun 2016 sebesar 78 persen. Bahkan Yosli menyebutkan berdsarkan data jumlah rumah tangga berlistrik dan desa berlistrik tahun 2017 di Provinsi Kepri secara persentase, Karimun berada di urutan keempat sekitar 84,51 persen.

“Di atas kita ada Tanjungpinang 100 persen, Batam 89,06 persen dan Bintan 88,24 persen. Jadi, kalau mereka bilang tidak ada atau tidak merata, saya membantahnya. Kita punya datanya, seharusnya mereka tanya atau audiensi dulu dengan kami sebelum demo, kami akan tunjukkan datanya tapi ini kan tidak,” kata Yosli dengan raut muka kecewa, Kamis (12/4/2018).

Lebih lanjut dikatakan Yosli, selain dari Pemkab Karimun, bantuan jaringan listrik juga datang dari PT PLN, Pemprov Kepri dan pemerintah pusat. PT PLN melakukan penambahan kapasitas pembangkit listrik PLTD pada 2016-2019 total 20,2 MW dengan jumlah pembangkit sebanyak 28 unit tersebar di tujuh pulau yakni Karimun, Moro, Sugi Bawah, Alai, Durai, Buru dan Dusun Kecik Pulau Jang.

Sementara dari Dinas ESDM Pemprov Kepri memberikan bantuan genset dan jaringan listrik menengah (JTM) pada 2017 pada dua kecamatan yakni Bukit Selembak di Kecamatan Durai dan Dusun Nyiur Permai, Kecamatan Moro. Berikutnya penerima PLTS Komunal dari Pemprov Kepri pada kurun waktu 2015-2017 di tujuh desa.

“Pada 2018 ini dapat satu desa lagi yakni Desa Semembang di Durai dan saat ini dalam proses lelang,” terang Yosli. Yosli juga menyebutkan pada 2018 dan 2019 mendatang, pihaknya juga telah mengusulkan PLTS Terpusat untuk 20 desa tersebar di lima

kecamatan, diantaranya Moro, Durai, Belat, Ungar dan Karimun. Tiga desa diantaranya sudah terealisasi yakni Desa Sanglar, Pulau Akad dan Pulau Sandam Desa Semembang, ketiganya di Kecamatan Durai.

“Target kita, pada 2019 usulan PLTS Terpusat itu sudah terealisasi semua. Pada intinya, kita terbuka untuk audiensi kalau mereka mau,” katanya mengakhiri.(*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help