Mantan Pengacara Setya Novanto Ini Keluhkan Sarapan Kacang Hijau di Penjara

Majelis hakim meminta Fredrich bersabar dan menerima nasib. "Risiko ditahan seperti itu, mohon disadari," kata majelis hakim

Mantan Pengacara Setya Novanto Ini Keluhkan Sarapan Kacang Hijau di Penjara
KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA
Advokat Fredrich Yunadi ditahan KPK usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dugaan menghalangi dan merintangi penyidikan kasus e-KTP di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (13/1/2018) 

TRIBUNBATAM.ID - Terdakwa kasus dugaan perintangan penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Fredrich Yunadimengaku merasa tersiksa menjalani penahanan di Rutan Guntur, Jakarta Selatan.

Dia memprotes menu sarapan di dalam tahanan.

"Bukan hanya soal obat. Kalau pagi kacang hijau hanya satu sendok itu penyiksaan secara tidak langsung," kata Fredrich di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Baca: VIRAL. Beredar Video Prabowo Bertelanjang Dada Diarak Kadernya. Ini Bukti Kesehatan Fisik Capres

Baca: Ditanya Hobi Melepas Burung, Jawaban Sumanto ‘si Kanibal’ Ini Bijak Sekali

Baca: Ulfa yang Dinikahi Syekh Puji Saat Umur 12 Tahun, Sudah Jadi Ibu Dua Anak, Makin Cantik Saja

Dia menyebut anggaran makanan di rutan itu sebesar Rp40 ribu. Namun dia menilai angka itu tak sesuai dengan makanan yang didapatkan para penghuninya.

"Katanya satu hari jatah Rp 40 ribu, itu korupsi. Kita mau masukin makanan nggak boleh, seminggu cuma dua kali. Apa itu punya perikemanusiaan? Saya kan punya praduga tak bersalah tapi sudah kayak narapidana," tegasnya.

Sebelumnya Fredrich meminta agar dipindahkan penahanannya ke Polres Jakarta Pusat atau ke Polda Metro Jaya. Dia beralasan kedua tempat tersebut lebih strategis.

Namun majelis hakim meminta Fredrich bersabar dan menerima nasib. "Risiko ditahan seperti itu, mohon disadari," kata majelis hakim.

"Tapi ketenangan jiwa mohon dipertimbangkan," sahut Fredrich.

Fredrich dan dokter RS Permata Hijau Bimanesh Sutarjo didakwa melanggar Pasal 21 Undang Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UUg Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Mantan pengacara Setya Novanto itu dianggap berupaya agar kliennya menghindari panggilan KPK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi KTP el, saat itu.

Fredrich bersama Bimanesh yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam memesan kamar VIP di lantai 3 rumah sakit tersebut.

Bimanesh juga melakukan diagnosis tanpa pemeriksaan terlebih dahulu.

Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved